Category Archives: Berita

Musrembang pemda sleman

Wakil Bupati Membuka Musrenbang RKPD Sleman

Share This:

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2020 Kabupaten Sleman, Rabu (27/3), di Prima SR Hotel & Convention, Jl. Magelang, Sleman. Hadir pula pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Forkompimda Kabupaten Sleman, OPD Kabupaten Sleman serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya dengan jumlah peserta 200 orang.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sleman mengatakan bahwa fokus perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman pada tahun 2020 masih menekankan pada tiga tematik, yaitu penurunan kemiskinan, peningkatan daya saing ekonomi lokal, dan penurunan ketimpangan wilayah. Menurutnya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Kabupaten Sleman telah berhasil ditekan. “Pada tahun 2016 ada 10,60% KK miskin, tahun 2017 turun menjadi 9,48% KK miskin, dan pada tahun 2018 turun lagi menjadi 8,77% KK miskin”, ujarnya.

Dia juga mengapresiasi pelaksanaan acara tersebut yang telah digelar tepat pada waktunya. Dia berharap ini dapat menjadi awal yang baik serta menjadi pendorong terselenggaranya proses penyusunan penganggaran tahun 2020 yang tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan outcome yang optimal. Lebih lanjut dia berharap partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun rancangan pembangunan tahun 2020. “Perlu disadari bersama bahwa ini bukan semata-mata tanggungjawab eksekutif saja, tapi juga DPRD dan masyarakat Sleman secara keseluruhan. Dengan begitu kegiatan pembangunan di Kabupaten Sleman pada tahun 2020 bisa sesuai dengan kebutuhan, permasalahan dan aspirasi masyarakat”, kata Sri Muslimatun.

Senada dengan hal tersebut, Drs. Kunto Riyadi, MPPM selaku Kepala Bappeda Kabupaten Sleman berharap denga acara tersebut peserta musyawarah dapat memberikan masukan dan pengayaan substansi guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD. Sehingga proses perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan secara optimal. “Saya harap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai dan dapat memberikan masukan-masukan”, ucapnya.

RKPD tahun 2020 ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) Kabupaten Sleman tahun ke-15, serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke-5. Dengan ini diharapkan visi Kabupaten Sleman untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, madiri, berbudaya, dan terintegrasikannya e-government menuju smart regency di tahun 2021 dapat tercapai. Adapun tema pembangunan tahun 2020 di Kabupaten Sleman adalah “Memantapkan potensi ekonomi lokal daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”.

Foto Bersama Goweser Algojo Sleman

Sri Muslimatun Berharap Goweser Algojo Sleman Menjadi Inspirasi

Share This:

Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Antar Lintas Gowes Jogja (Algojo) selenggarakan Tour De Sleman 2019 pada Minggu (10/3/19). Kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati HUT Algojo kedua ini juga mengawali rangkaian perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 103.

Ketua panitia, Giyanto menjelaskan bahwa rute yang ditempuh dalam Tour De Sleman 2019 sejauh kurang lebih 60 kilometer ini diikuti oleh 300 goweser kategori race (balap) dan lebih dari seribu goweser kategori umum. “Start dimulai dari halaman Kantor Pemerintah Desa Condongcatur dan finish di Embung Kaliaji, Sangurejo, Wonokerto, Turi melintasi beberapa wilayah di Sleman,” jelas Giyanto.

Ia menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut pihaknya bersama Pemkab Sleman yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman juga melakukan penebaran 140 Kg benih ikan nila di Embung Kaliaji dan melakukan kampanye stop narkoba. Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mendukung penuh pelaksanaan acara bersepeda yang dinisiasi oleh Algojo tersebut. Menurutnya kegiatan positif semacam ini perlu rutin dilaksanakan karena selain mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat juga mendukung promosi pariwisata di Sleman.
“Kita tahu bersepeda membuat sehat, selain itu kegiatan semacam ini juga mendukung promosi pariwisata karena peserta juga banyak dari luar Sleman, ” kata Muslimatun.

Muslimatun berharap kegiatan ini bisa direplikasi oleh komunitas-komunitas sepeda lainnya karena sangat bermanfaat untuk masyarakat.”Seperti penebaran benih ikan ini juga tentunya membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar yang dijadikan penyelenggaraan even sepeda. Selain itu dalam acar Tour De Sleman ini para goweser juga diajak mengkampanyekan stop narkoba, ” tambah Muslimatun. (Sumber: www.slemankab.go.id)

Pencanangan Sekolah Sehat Jiwa

SMP 1 Seyegan Pencanangan Sekolah Sehat Jiwa

Share This:

SMP Negeri 1 Seyegan dicanangkan sebagai Sekolah Sehat Jiwa. Pencanangan dilakukan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun Rabu (12/12) bertempat di Aula SMP Negeri 1 Seyegan.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun mengatakan bahwa kegiatan pencanangan ini sebagai upaya mewujudkan peningkatan kesehatan jiwa masyarakat sejak dini. Terlebih tingkat emosi dan perilaku anak usia sekolah, terutama pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) perlu mendapat perhatian ekstra.

“Pencanangan Sekolah Sehat Jiwa ini merupakan langkah awal dalam mengurangi gangguan kesehatan jiwa pada masyarakat, khususnya pada anak usia sekolah di Kabupaten Sleman,” kata Muslimatun.

Berkenaan dengan hal tersebut, menurut Muslimatun sekolah memegang peran penting dalam meningkatkan kesehatan jiwa yang berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Namun pada kenyataannya, peran sekolah masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan kurikulum yang diberlakukan hanya fokus pada ranah akademik.

“Sedangkan fokus untuk pemberdayaan anak agar dapat berfungsi secara baik dalam hubungan sosial belum terumuskan secara optimal,”ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan bahwa dari hasil sampling yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terhadap 390 orang siswa usia Sekolah Menengah Pertama/sederajat menunjukkan bahwa 24,62 % atau 96 orang siswa memiliki masalah psikososial. “Hal tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan selanjutnya untuk mengetahui permasalahan psikososial apa yang dialami siswa, agar tepat penanganannya,” jelas Joko.

Menurutnya, pengembangan kesehatan jiwa di sekolah tidak berbeda dengan pelaksanaan kesehatan lainnya yang telah dikembangkan di sekolah melalui Trias UKS pada program UKS. Usaha yang diberikan pada pengembangan kesehatan jiwa berupa bimbingan, pelatihan keterampilan sosial dan tuntunan kepada peserta didik tentang kesehatan jiwa.

“Pendidikan kesehatan jiwa meliputi perkembangan fisik dan jiwa sesuai kelompok usia peserta didik, permasalahan yang dihadapi dan keterampilan sosial dalam meningkatkan ketahanan mental agar kepribadian peserta didik dapat tumbuh dengan baik,” tutur Joko.

Joko menambahkan bahwa Sekolah Sehat Jiwa sebelumnya sudah pernah dicanangkan pada tahun 2017 di SMPN 2 Kalasan. “Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader kesehatan sekolah yang telah mendapat pembekalan secara optimal dan berkelanjutan, sehingga tahu dan mampu melaksanakan kegiatan Sekolah Sehat Jiwa di wilayah sekolah masing-masing,” tambah Joko. (Sumber: Slemankab.go.id)