ibu sri

Makna Idul Fitri Bagi Wakil Bupati Sleman

Share This:

SLEMAN,–Bulan puasa sudah selesai dan lebaran idul fitri sudah lewat beberapa hari lalu. Seluruh umat muslim dunia merayakan hari kemenangan Islam dengan kumandang takbir, silaturrahmi dengan keluarga dan tradisi selebihnya yang berbeda-beda. Bagi Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun memaknai idul fitri tidak hanya menjalankan tradisi biasa dilakukan dari tahun ke tahun.

Wakil Bupati Sleman memaknai Idul fitri sebagai momen implentatif dari dari nilai-nilai yang ditempa selama bulan ramadhan. Selama puasa sebulan Shoimun dilatih hidup jujur, siplin, menghargai orang lain, berbagi atas sesama dan nilai-nilai yang membawa seseorang pada kebaikan.

“Puasa adalah bulan peningkatan. Peningkatan perilaku positif yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai ramdhan seharusnya tetap dijalankan setelah lebaran. Oleh karena itu, bagi saya idul fitri sebagai momen merefleksikan perilaku kehidupan sehari-hari harus berbeda dari tahun sebelumnya atau paling tidak sama perilaku ketika menjalan puasa di bulan ramadhan,” jelas Ketua Yayasan Rumah Sakit Sakinan Idaman itu.

Lanjut Sri Muslimatun, jika bulan ramadhan diibaratkan pendidikan formal, maka di luar bulan puasa merupakan pendidikan non formal yang berfungsi meningkatkan kualitas hasil dari didikan selama bulan ramadhan. Ketika hasil pendidikan formalnya baik, maka pada pendidikan non formal akan lebih baik hasil kualitas yang dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Kalaupun tidak lebih baik, paling tidak sama perilaku keseharian ketika menjalani puasa ramadhan.

“Perilaku sehari-hari harus sama antara di bulan puasa dan sesudahnya. Puasa itu ibarat pendidikan formal, jika hasilnya bagus, maka setelah bulan ramadhan perilaku keseharian akan meningkat atau paling tidak jangan sampai turun,” ucap Bu Daman panggilan akrab sehari-hari wakil Bupati Sleman.

Di luar bulan puasa ibarat pendidikan non formal, maka bagi Sri Muslimatun kesempatan untuk meningkatkan sekolah formalnya. Bagi karyawan dapat meningkatkan profesionalitas dalam bekerja, petani dapat meningkatkan bercocok tanam, akdemisi dapat meningkatkan belajar-mengajar, begitu pun profesi lainnya sesuai bidang kerja masing-masing.

“Ada nilai pendidikan yang terkandung dalam puasa ramadhan, seperti orang-orang ke masjid mendapat pengetahuan, ekonomi dan sosial. Orang-orang berbincang satu sama lain di masjid pada akhirnya tercipta kedekatan, maka itulah dimensi sosial yang didapat. Dari pergaulan akan mendapatkan informasi peluang usaha itulah lingkup ekonomi yang didapat,” pungkas perempuan yang pernah mendapat penghargaan wanita keluarga sakinah teladan 2008

(Sumber: www.bersatunews.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>