pluralism

Mewujudkan Masyarakat Madani

Share This:

Indonesia merupakan  salah  satu negara yang mengimplementasikan norma-norma hukum kenegaraan. Setelah masa reformasi rakyat Indonesia dihadapkan dengan berbagai masalah seperti masalah kemajemukan rakyat yang terdiri dari berbagai macam suku, budaya, kultur, bahasa,dan agama. Dengan kemajuan era globalisasi ini diharapkan Indonesia menjadi bangsa yang dapat menyesuaikan dan berdiri sealiran dengan kemajuan global, menghindari perpecahan dan disintegritas.

Disadari atau tidak  kita adalah makhluk sosial, Sangat penting  untuk memahami dan  membangun masyarakat madani, agar supaya negara ini subur dan maju, Dewasa ini sangat penting untuk memahami masyarakat madani agar supaya tidak membuat ambifalensi dan ambigu kepada kita didalam menata masyarakat madani mengingat  masyarakat madani tidak hanya menjulang dikontemporer ini akan tetapi dimasa klasik telah dibentuk masyarakat sedimikian rupa . Mungkin dengan memahaminya bisa teropsesi untuk merealisasikan dokma masyaraskat madani  agar supaya hukum-hukum kenegaraan diindonesia terrialisasikan dengan baik sesuai dengan harapan negara indonesia.

Kecenderungan sakralisasi berpotensi untuk menambah derajat kefrustasian yang lebih mendalam dalam masyarakat bila terjadi kesenjangan antara realisasi dengan harapan. Padahal kemungkinan untuk itu sangat terbuka, antara lain, kesalahan mengkonsepsi dan juga pada saat manarik parameter-parameter ketercapaian. Saat ini gejala itu sudah ada, sehingga kebutuhan membuat wacana ini lebih terbuka menjadi sangat penting dalam kerangka pendidikan politik bagi masyarakat luas.

 Dalam menjadikan masyarakat yang madani ada beberapa  hal yang perlu di perhatikan antara lain tersedianya  Ruang Public ( Free public shere ), bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat untuk mengakses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik sesuwai dengan ketentuan yang berlaku.

Meningkatkan pengetahuan tentang Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain.

Menjaga rasa Toleransi dan Mengagungkan siakap Pluralisme, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain. Mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

 Tercipatanya Keadilan sosial (social justice) dan Supremasi hukum, yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya. Partisipasi masyarakat yang benar-benar bersih dari rekayasa, intimidasi, ataupun intervensi penguasa/pihak lain, sehingga masyarakat memiliki kedewasaan dan kemandirian berpolitik yang bertanggungjawab. memberikan jaminan terciptanya keadilan yang diposisikan secara netral, artinya setiap orang memiliki kedudukan dan perlakuan hukum yang sama tanpa kecuali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>