Wakil Bupati Mewakili Sleman

Masuk 5 Kabupaten/Kota Terinovatif, Sleman Raih Inagara Award 2017

Share This:

Setelah sebelumnya menyabet penghargaan Kabupaten Layak Anak dan Adipura, lagi-lagi Pemkab Sleman mendapatkan penghargaan bergengsi skala nasional yakni ‘Inovasi Administrasi Negara’ (Inagara) 2017.

Penganugerahan penghargaan tersebut diberikan atas capaian inovasi program-program administrasi negara yang dilakukan Pemkab Sleman tahun 2017 atas usulan Gubernur DIY. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Auditorium Gedung Lt. 2 Lembaga Administrasi Negara, Jakarta Pusat, pada Senin 7 Agustus 2017.
Kepala LAN Adi Suryanto menyampaikan bahwa kriteria penilaian Inagara Award tersebut berdasarkan kemanfaatan, memberi solusi, keberlanjutan, kemudahan replikasi., dan kompatibilitas. Pada penghargaan tersebut terpilih 5 kabupaten/kota paling inovatif dari total 21 kabupaten/kota yang diusulkan. Kabupaten Sleman terpilih bersama Kota Makassar, Pontianak, Denpasar, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Adi menambahkan bahwa penganugerahan Inagara Awards tersebut bertujuan untuk mempromosikan dan mendorong replikasi inovasi yang telah dilakukan para alumni diklat kepemimpinan kepada publik.
Atas capaian penghargaan tersebut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih pada seluruh jajaran OPD di Pemkab Sleman khususnya yang telah memberikan inovasi pada percepatan pembangunan di Kabupaten Sleman. Muslimatun mencontohkan beberapa inovasi Sleman seperti ‘Tua Keladi’ oleh Puskesmas Gamping I dan ‘Sunday Morning’ oleh Kecamatan Sleman yang telah meraih penghargaan Top 99 Inovasi beberapa waktu lalu agar dapat menjadi pemacu munculnya inovasi-inovasi lain di Kabupaten Sleman.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kita semua. Saya berharap penghargaan ini dapat memotivasi munculnya inovasi-inovasi lain agar Sleman dapat terus maju”, kata Muslimatun.

sosialisasi bahaya kanker

Wabub Sleman Bersama Dinas Kesehatan Lakukan Sosialisasi dan Screening Bahaya Kanker

Share This:

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman serta Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sleman melakukan Sosialisasi dan Screening (deteksi dini) Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim di Puskesmas Tempel I, Tempel, Sleman Kamis (6/4). Deteksi tersebut dilakukan pada 1.000 Wanita Usia Subur (WUS) di 5 titik lokasi yang berbeda yaitu di Puskesmas Tempel I, Puskesmas Tempel II, Puskesmas Seyegan, Puskesmas Minggir, dan Puskesmas Mlati II.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Nurulhayah menyampaikan bahwa tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kanker payudara dan leher rahim (serviks). Menurutnya dua jenis kanker tersebut dapat dideteksi secara dini secara mandiri. “Deteksi kanker payudara bisa dengan Sadari atau periksa payudara sendiri. Sedangkan kanker leher rahim bisa dideteksi dengan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat atau IVA tes, jika ditemukan kelainan baru ditindak lanjuti dengan pap smear”, jelas Nurul

Menurutnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin guna deteksi dini kanker payudara maupun leher rahim masih rendah. Tahun 2016 sendiri di Kabupaten Sleman berdasarkan data dari Puskesmas , sebanyak 157.408 pasangan usia subur hanya 2.103 yang memeriksakan IVA. “Data tersebut memang belum seluruhnya dari pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman. Sasaran IVA tes adalah pasangan usia subur, sedangkan pemeriksaan kanker payudara adalah wanita usia subur. Dengan sosialisasi ini kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker”, tambah Nurul.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyampaikan bahwa kematian terbesar kaum perempuan di dunia diakibatkan oleh dua jenis kanker tersebut. Berdasarkan Permenkes RI No. 43 Tahun 2015 menyatakan bahwa kanker payudara dan leher Rahim merupakan kanker terbanyak di Indonesia yang memerlukan tindakan atau intervensi kesehatan masyarakat dalam bentuk program penanggulangan nasional. Muslimatun menghimbau agar kaum perempuan khususnya di Sleman melakukan deteksi dini untuk mengetahui kondisi terkini dan dapat melakukan langkah antisipatif untuk melakukan pencegahan. Muslimatun juga berharap agar para pesertza sosialisasi dan screening menjadi agen penyebaran informasi bagi kaum perempuan lainnya.

(sumber: slemankab.go.id)

Membuka Festival Ajang Bakat Anak Istimewa

Wakil Bupati Sleman Buka Festival Ajang Bakat Anak Istimewa

Share This:

Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Sri Muslimatun membuka Festival Ajang Bakat Anak Istimewa pada hari Sabtu (8/4) kemarin di Kantor Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Acara tersebut merupakan festival unjuk bakat dari anak-anak autis yang diprakarsai oleh Forum Komunikasi Orang Tua dan Masyarakat Peduli Autis Yogyakarta (Forkompak).

Rita Ekawati selaku Ketua Panitia Festival Ajang Bakat Anak Istimewa menyampaikan bahwa peserta dalam Festival Ajang Bakat Anak Istimewa tersebut berjumlah 150 anak yang terdiri sembilan sekolah autis di Yogyakarta, diantaranya Bina Anggita, Citra Mulya Mandiri, Dian Amanah, Fajar Nugraha, Fredofios, Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Primagama, Taruna AL-Quran, Yapenas dan Sekolah Inklusi yang memiliki anak didik autis. Festival Ajang Bakat Anak Istimewa tersebut meliputi lomba fotografi, menggambar, mewarnai dan pentas seni.

Rita Ekawati mengungkapkan bahwa acara tersebut berfungsi sebagai wadah bagi anak-anak penyandang autis untuk menunjukkan bakat serta kemampuannya. Selanjutnya acara tersebut juga bertujuan agar orang tua dan masyarakat bisa menerimanya sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri, sehingga hak-haknya sebagai masyarakat dapat terpenuhi. Acara ini juga sebagai sarana kampanye untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyandang autis sehingga dapat tercipta kehidupan yang harmonis di tengan-tengah masyarakat.

Sementara itu, Sri Muslimatun mengungkapkan bahwa sudah banyak contoh keberhasilan yang raih oleh anak-ank autis. Maka yang perlu dilakukan oleh orang tua dan masyarakat adalah mengarahkan dan mengoptimalkan kemampuan yang mereka miliki, salah satunya dengan Festival Ajang Bakat yang diadakan oleh Forkompak tersebut.

Bertepatan dengan Hari Autis Sedunia tersebut, Sri Muslimatun Berharap agar acara tersebut tida hanya berhenti sebagai acara seremonial saja. Namun juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana informasi dan edukasi terhadap masyarakat, sehingga dapat tumbuh kesadaran dan penerimaan masyarakat atas keberadaan anak autis tersebut. Selain itu, Sri Muslimatun juga berharap informasi dan edukasi dapat diberikan kepada orang tua untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan anak dalam mempersiakan mereka agar dapat mandiri di tengah-tengah masyarakat. (Sumber: slemankab.go.id)