Wabup Sleman Sri Muslimatun Memberikan Bantuan Kepada Masyarakat Sleman

Giat Tarawih Keliling: Wabup Ajak Masyarakat Bijak Menanggapi Informasi

Share This:

Sleman – Wakil Bupati (wabup) Sleman, Sri Muslimatun lakukan giat Tarawih Keliling di Masjid Al Umar Parakan Wetan Sendangsari Kecamatan Minggir, Selasa (8/5). Wakil Bupati hadir bersama dengan sejumah ASN Pemerintah Kabupaten Sleman yang tergabung dalam kelompok satu yang dipimpin oleh Asisten Sekretariat Daerah Satu Bidang Pemerintahan Dan Kesra, Purwatno Widodo.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman mengajak masyarakat yang hadir untuk bahu – membahu dalam menjaga kondisi tetap kondusif khususnya wilayah Minggir umumnya wilayah Kabupaten Sleman. Hal ini juga terkait dengan kondisi usai penyelenggaraan Pemilu serentak Tahun 2019.

“Mudah-mudahan di Bulan Ramadhan ini dapat membawa kita untuk bersikap lebih bijak dalam menanggapi segala sesuatu. Terlebih, dalam menanggapi informasi yang belum dipastikan kebenarannya.” Ujar Sri Muslimatun dalam sambutannya usai melaksanakan salat tarawih.

Selain itu, Sri Muslimatun mengatakan bahwa wilayah Minggir yang merupakan wilayah paling barat Kabupaten Sleman bahkan, berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu wilayah yang masih memiliki lahan padi yang cukup luas. Maka dari itu, Sri Muslimatun menghimbau kepada masyarakat khususnya di wilayah Minggir untuk dapat menjaga serta mengendalikan terkait alih fungsi lahan yang terjadi setiap tahunnya.

Giat Tarawih Keliling tersebut diakhiri dengan penyerahan sejumlah bantuan kepada Takmir Masjid dengan total bantuan sebesar Rp.15.630.000,-. Bantuan tersebut antara lain berasal dari Pemerintah Kabupaten Sleman sebesar Rp. 3.075.000,- dari Baznas Sleman sebesar 6 juta, Kecamatan Minggir Rp. 1.500.000,- Desa Sendangsari 1 juta, infak masjid Rp. 2.355.000,- RSUD Sleman Rp. 200.000,- dan PDAM Sleman 1,5 juta.

dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes, Wakil Bupati Sleman

Wabup Sleman: Tekan Kematian Ibu Melahirkan, Bidan Dituntut Beri Pelayanan Paripurna

Share This:

SLEMAN – Wakil Bupati (Wabup) Sleman Sri Muslimatun mengatakan para bidan di Sleman dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama kepada ibu hamil dan melahirkan serta bayi bukan hanya dituntut berkualitas tapi juga paripurna. Tuntutan ini bukan tanpa alasan. Sebab bidan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat dasar dan juga masih adanya kasus kematian ibu melahirkan.

Data pemkab Sleman untuk angka kematian ibu (AKI) akibat melahirkan sudah mengalami penurunan yaitu dari 12 orang pada lima tahuh lalu menjadi 6-7 orang pada tahun ini.

“Atas data ini maka menuntut tenaga kesehatan khususnya bidan untuk memberikan pe|ayanan kesehatan yang berkualitas dan paripurna,” kata Muslimatun saat menjadi pembicara kunci Seminar Nasional “Penguatan Peran Bidan dalam Akselerasi Penurunan AKI dan AKB” yang diadakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting RSUD Sleman di RSUD Sleman, Minggu (21/4/2019).
Adapun kunci keberhasilan pelayanan kesehatan adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, serta sarana dan prasarana yang handal di fasilitas pe|ayanan kesehatan. Dalam hal pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, bidan sebagai garda terdepan pemberi pelayanan kesehatan di tingkat dasar, harus mampu mendeteksi masalah dan komplikasi pada masa kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir.

“Karena itu saya berharap dengan diadakannya seminar nasional ini dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bidan dalam melakukan deteksi dini serta penanganan komplikasi dan penyulit pada masa kehamilan, persalinan serta dapat mempermudah akses rujukan ke fasilitas lanjutan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menambahkan bidan memang memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan proses persalinan. Sebab meski sekarang perkembangan teknologi kesehatan semakin maju namun bidan tetap tidak bisa digantikan, khususnya dalam membantu menyiapkan generasi yang akan datang.

“Karena itu peran SDM (bidan) menjadi kuncinya,” tambahnya. (Sumber: https://jateng.sindonews.com)

Musrembang pemda sleman

Wakil Bupati Membuka Musrenbang RKPD Sleman

Share This:

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Tahun 2020 Kabupaten Sleman, Rabu (27/3), di Prima SR Hotel & Convention, Jl. Magelang, Sleman. Hadir pula pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Forkompimda Kabupaten Sleman, OPD Kabupaten Sleman serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya dengan jumlah peserta 200 orang.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sleman mengatakan bahwa fokus perencanaan pembangunan Kabupaten Sleman pada tahun 2020 masih menekankan pada tiga tematik, yaitu penurunan kemiskinan, peningkatan daya saing ekonomi lokal, dan penurunan ketimpangan wilayah. Menurutnya dalam kurun waktu tiga tahun terakhir angka kemiskinan di Kabupaten Sleman telah berhasil ditekan. “Pada tahun 2016 ada 10,60% KK miskin, tahun 2017 turun menjadi 9,48% KK miskin, dan pada tahun 2018 turun lagi menjadi 8,77% KK miskin”, ujarnya.

Dia juga mengapresiasi pelaksanaan acara tersebut yang telah digelar tepat pada waktunya. Dia berharap ini dapat menjadi awal yang baik serta menjadi pendorong terselenggaranya proses penyusunan penganggaran tahun 2020 yang tepat waktu, tepat sasaran dan memberikan outcome yang optimal. Lebih lanjut dia berharap partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyusun rancangan pembangunan tahun 2020. “Perlu disadari bersama bahwa ini bukan semata-mata tanggungjawab eksekutif saja, tapi juga DPRD dan masyarakat Sleman secara keseluruhan. Dengan begitu kegiatan pembangunan di Kabupaten Sleman pada tahun 2020 bisa sesuai dengan kebutuhan, permasalahan dan aspirasi masyarakat”, kata Sri Muslimatun.

Senada dengan hal tersebut, Drs. Kunto Riyadi, MPPM selaku Kepala Bappeda Kabupaten Sleman berharap denga acara tersebut peserta musyawarah dapat memberikan masukan dan pengayaan substansi guna penyempurnaan rancangan RKPD menjadi rancangan akhir RKPD. Sehingga proses perencanaan pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan secara optimal. “Saya harap semua peserta dapat mengikuti kegiatan ini hingga selesai dan dapat memberikan masukan-masukan”, ucapnya.

RKPD tahun 2020 ini merupakan Rencana Pembangunan Jangka Pendek (RPJP) Kabupaten Sleman tahun ke-15, serta pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun ke-5. Dengan ini diharapkan visi Kabupaten Sleman untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera, madiri, berbudaya, dan terintegrasikannya e-government menuju smart regency di tahun 2021 dapat tercapai. Adapun tema pembangunan tahun 2020 di Kabupaten Sleman adalah “Memantapkan potensi ekonomi lokal daerah menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”.