Tag Archives: Wakil Bupati Sleman

Sri Muslimatun menrima Piagam Penganugerahan sebagai   Duta Anggrek

Sri Muslimatun Duta Anggrek DIY

Share This:

SLEMAN (KRjogja.com) – Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes dinobatkan sebagai Duta Anggrek Tingkat DIY. Penobatan tersebut dilakukaan oleh Ketua Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) DIY Dr. Endang Semiarsih, MS, MSi di Taman Anggrek Titi Orchids Jl. Boyong Pakem Sleman Yogyakarta bertepatan dengan Pembukaan Festival Anggrek Vanda Tricolor 2016.

Endang mengatakan bahwa potensi tanaman anggrek di DIY sungguh luar biasa, termasuk dengan potensi anggrek Vanda Tricolor var Suavis yang merupakan tanaman anggrek khas lereng Merapi. PAI DIY sendiri pada saat ini telah berangotakan sekitar 100 orang yang kedepan diharapkan akan lebih banyak lagi yang bergabung. Untuk itu diperlukan sosok yang mampu mempromosikan potensi tersebut. Untuk itu sungguh tepat memilih Dra. Sri Muslimatun, M.Kes untuk menyandang gelar sebagai Duta Anggrek DIY.

Wakil Bupati Sleman Dra. Sri Muslimatun, M.Kes saat membuka Festival Anggrek Vanda Tricolor 2016 menyatakan kebanggaannya dipilih sebagai Duta Anggrek DIY. Diharapkan melalui peran tersebut dapat memberikan kontribusi dan mendukung promosi pariwisata melalui potensi anggrek Vanda Tricolor var Suavis. Sri Muslimatun menilai bahwa anggrek Vanda Tricolor var Suavis memiliki daya ungkit yang besar terhadap kepariwisataan di DIY.

“Tanaman Anggrek merupakan potensi tanaman yang yang berkelas dan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga diharapkan melalui pembudidayaan tanaman anggrek dapat sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan bagi masyarakat pecinta anggrek.”

Inisiator Festival Anggrek Vanda Tricolor Hj. Sri Suprih Lestari atau yang akrab dipanggil Bu Titi menyatakan kebanggaannya bahwa Festival Anggrek Vanda Tricolor var Suavis 2016 dapat berlangsung dengan sukses. Tercatat sebanyak 25 peserta telah mengikuti festival tersebut. Selain itu dalam ajang festival anggrek tersebut terdapat 27 penggemar dan pecinta anggrek yang datang untuk mengikuti pelatihan budidaya anggrek. Sedangkan selama festival berlangsung tercatat lebih dari 200 pengunjung mendatangi festival tersebut.

(sumber: http://krjogja.com/)

Kunjungan PDT

Maksimalkan Penyaluran Dana Desa

Share This:

SLEMAN – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) RI Eko Putro Sandjojo berharap setiap desa membentuk Badan Usaha Milik Desa BUMDesa. Tujuannya agar penyaluran dana desa dapat berjalan optimal. Selain itu juga mampu meningkatkan pemberdayaan ekonomi dan masyarakat.

Di hadapan warga Desa Sidoluhur, Godean da menegaskan, keberadaan BUMDesa sangat penting. Untuk itu dia mendoronga agar perangkat desa bergerak aktif menyusun BUMDesa. Di samping itu dia juga menurunkan jajarannya untuk membantu pembentukan ini.

“Sesuai dengan target pemerintahan saat ini pembangunan merata di segala lini. Diawali dari daerah pinggiran dan tertinggal untuk pemerataan sector ekonomi. Sehingga keberadaanya BUMDesa sangat penting, terutama penyaluran dana desa,” ujarnya saat peninjauan pelaksanaan dana desa 2016 di Desa Sidoluhur, Godean kemarin (10/10).

Pembentukan ini juga terkait alokasi dana desa yang meningkat setiap tahun. Jika penyerapan dana desa tidak optimal, dikhawatirkan menghambat kemajuan desa. Sektor ekonomi masyarakat desa melalui UMKM menjadi sorotan penting penerapan BUMDesa.

Keberadaan BUMDesa juga berguna menopang keberlangsungan UMKM. Salah satu wujud implementasi adalah susahnya Bank BUMN menyalurkan KUR. Di sisi lain dia juga tidak menampik, masyarakat pedesaan juga kesulitan mengakses KUR. “Di sinilah peran BUM Desa dapat menyalurkan KUR kepada masyarakat. Tapi saya berpesan agar dalam menyalurkan harus hati-hati. Jangan sampai KUR yang harusnya mendorong perekonomian jadi jerat tali utang bagi warga,” jelasnya.

Sementara untuk pemanfaatan dana desa haruslah merata. Ini terjadi karena beberapa penggunaan hanya fokus pada pembenahan infrastruktur. Padahal untuk menggerakan roda ekonomi, sektor-sektor lain juga perlu mendapatkan suntikan dana.

“Infrastruktur memang penting, tapi perlu perhatikan sektor lainnya. Pemberdayaan masyarakat juga tak kalah penting melalui pendampingan UMKM, hingga pelatihan ketrampilan. Dorong agar setiap desa mampu mengembangkan satu potensi,” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menjelaskan penggunaan dana desa di Sleman sudah berjalan optimal. Pada tahun anggaran 2015 mendapatkan alokasi dana desa sebesar Rp 28 Milliar. Besaran dana desa tersebut mampu terserap hingga  Rp 27 Milliar.

Penyaluran dana desa ini terbagi dalam 86 desa dengan besaran rata-rata Rp 300 juta. Artinya alokasi dana desa 2015 mampu terserap 99,1 persen. Sementara alokasi dana desa 2016 mendapatkan Rp 63 Miliar yang terbagi menjadi beberapa termin.

Berdasarkan Putusan Bupati Nomor 1.2 Tahun 2016 Tentang Rincian Dana Desa Setiap Desa Tahun 2016. Setiap desa rata-rata mendapatkan Rp 600 juta. Untuk pencairan termin pertama sebesar Rp. 37 Miliiar diterima pada akhir bulan Maret.

“Disalurkan April dan Mei dan penyerapan sudah mencapai Rp 25 Milliar per Juni lalu. Hingga akhir September hampir mencapai 90 persen untuk tahap pertama. Sedangkan tahap II Rp. 25 Miliar kami terima 4 Oktober dan hari ini akan segera ditransfer ke seluruh desa yang memenuhi persyaratan,” ujarnya.

Muslimatun juga menyampaikan masukan. Salah satunya keterlambatan penyaluran dana desa dari pemerintah pusat. Selain itu aturan baku yang digunakan juga berubah-ubah. Alhasil untuk penyerapan dana desa tidak berjalan dengan optimal. “Sedikit mengganggu pemanfaatan dana desa karena keterlambatan ini. Pemerintah daerah harus menunggu, terutama untuk kepastian hukum untuk peksanaannya,” katanya

(Sumber: www.radarjogja.com)

Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes saat menerima plakat Sustainable Tourism Observatory (STO) dari Menteri Pariwisata Arif Yahya

Wakil Bupati Sleman Terima Plakat dari Menteri Pariwisata

Share This:

TANGERANG – Wakil Bupati Sleman Dra. Hj. Sri Muslimatun, M.Kes menerima plakat Sustainable Tourism Observatory (STO) dari Menteri Pariwisata Arif Yahya, Rabu malam 7 September 2016 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang Banten. Serah terima plakat STO tersebut bersamaan dalam agenda Pembukaan PATA Travel Mart 2016.

Kabupaten Sleman merupakan salah satu dan satu-satunya dari DIY dari 20 destinasi wisata nasional yang ditetapkan sebagai pilot project program Sustainable Tourism Development yang merupakan kerjasama antara Global Sustainable Tourism Council dan Kementerian Pariwisata RI.

Sri Muslimatun mengungkapkan bahwa pendampingan program Sustainable Tourism Development (STD) di Kabupaten Sleman telah dilaksanakan oleh UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka untuk menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
rogram ini merupakan upaya terpadu dan berkelanjutan terhadap praktek-praktek lingkungan secara preventif dan tehnik-tehnik untuk mencapai produktivitas proses, produk dan pelayanan untuk peningkatan efisiensi dan pengurangan resiko terhadap manusia dan lingkungan.

Tujuan program ini adalah untuk menciptakan produksi yang bersih dan efisien sumberdaya, sehingga akan dapat terwujud usaha pariwisata yang lebih baik, lingkungan yang lebih bersih dan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan. Dengan inisiasi program UNIDO ini diharapkan akan menumbuhkan budaya hemat dan bersih diberbagai sektor di Kabupaten Sleman.

(Sumber: http://pariwisata.slemankab.go.id)