Tag Archives: sri muslimatun

konservasi (1)

Jabat Wakil Bupati, Sri Muslimatun Resmi Diberhentikan dari Anggota DPRD

Share This:

Harianjogja.com, SLEMAN- Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun resmi diberhentikan sebagai Anggota DPRD Sleman. Pemberhentian dan pelantikan pengganti antar waktu (PAW) tersebut digelar dalam Sidang Paripurna Istimewa di Gedung Dewan, Selasa (31/5/2016).

PAW dilakukan karena posisi Sri Muslimatun saat ini sebagai Wakil Bupati Sleman perode 2016-2021. Sesuai aturan, pejabat negara dilarang rangkap jabatan. Posisi Sri Muslimatun di Fraksi PDIP DPRD Sleman diganti oleh Sri Riyadiningsih.

Perolehan suara Riyadiningsih sendiri pada Pilkada 2014 lalu berada di posisi kedua setelah Muslimatun untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Mlati dan Godean. Riyadiningsih memperoleh 3.332 suara sementara Muslimatun mendapat 3.682 suara.

PAW sendiri diawali dengan pembacaan SK, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah dan janji dipimpin ketua DPRD Sleman Haris Sugiharto. Haris juga memasangkan PIN Dewan kepada Riyadiningsih sebelum melakukan penandatangan berita acara PAW.

Ketua DPRD Sleman Haris Sugiharta mengatakan, PAW dilakukan berdasarkan surat keputusan (SK) Gubernur DIY terkait pemberhentian Sri Muslimatun dan pengangkatan Sri Riyandiningsih sebagai anggota DPRD Sleman. SK tertanggal 13 Mei tersebut, kata Haris, diterima oleh Pimpinan Dewan pada 19 Mei lalu. “Pada 20 Mei lalu, Banmus menggelar rapat dan diputuskan 31 Mei ini, PAW digelar,” kata Haris.

(Sumber: http://www.sragenpos.com/)

20160404124807_wakil-bupati-sleman-bkb-kartini-dukuh-dhuri-layak-juara-nasional

Wabup Sleman: BKB Kartini Dukuh Dhuri Layak Juara Nasional

Share This:

SLEMAN – Bina Keluarga Balita (BKB) Kartini Dukuh Dhuri, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, menjadi wakil Kabupaten dalam lomba BKB, tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tim penilai dari tingkat DIY meninjau langsung kegiatan BKB Dukuh Dhuri, yang digelar Senin (04/04/2016).

Bupati Sleman, H. Sri Purnomo dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wabup Sleman (Wabub), Dra.Hj. Sri Muslimatun, M.Kes, mengatakan, Pengembangan BKB di Sleman merupakan salah satu bagian untuk mewujudkan kabupaten Sleman menuju layak anak.

“Melalui BKB ini, masyarakat diajak untuk memberikan kesempatan bagi anak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi,” tutur Sri Muslimatun didampingi pejabat SKPD terkait, jajaran Pemerintah Kecamatan Kalasan, dan Desa Tirtomartani.

Dikatakan Sri Muslimatun, di dalam pengembangan balita yang berkualitas, pendidikan khususnya bagi anak-anak balita juga menjadi prioritas pembangunan di Kabupaten Sleman. Pendidikan yang dimaksud, kata dia, lebih diarahkan untuk mengasah keterampilan motorik, sosialisasi kepada lingkungan dan penanaman budi pekerti.

“Pemberian pendidikan tersebut dilakukan melalui pengembangan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan TK (Taman Kanak-Kanak). Saat ini terdapat 290 PAUD dan 553 TK,” imbuh Sri Muslimatun

Sri Muslimatun berharap, tim penilai bisa memberi nilai sebaik dan seobjektif mungkin. Menurutnya BKB Kartini di Dukuh Dhuri adalah yang terbaik di Sleman dan layak menjadi juara nasional.

“Saya harap nantinya BKB Kartini Dhukuh Dhuri ini ya, kalau tidak juara satu, ya menjadi yang nomer satu di DIY dan Nasional. Amin,” tukas Sri Muslimatun disambut ‘Amin” dan tepuk tangan meriah yang hadir.

Sementara Ketua Tim Penilai BKB DIY, Rohdhiana Sumariati, S.Sos, M.Sc dalam sambutannya memuji keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal peningkatan kualitas kependudukan. Di DIY, kata dia, Sleman adalah yang terbaik.

“Ini sekaligus saya sampaikan kabar gembira, bahwa DIY masuk dalam 5 besar kepesertaan KB terbaik nasional. Yang kami ajukan sebagai contohnya adalah Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta,” katanya.

Rohdiana mengaku terkesan dengan sambutan penyelenggara kegiatan. Dia juga mengapresiasi peran aktif warga Dukuh Dhuri yang telah bekerja keras mengembangkan BKB Kartini di padukuhannya. Menurutnya, BKB Kartini Dukuh Dhuri sudah merupakan BKB Holistik Integratif, karena selain Posyandu, sekaligus membina Lansia (Lanjut Usia), selain mengembangkan PAUD ‘Harapan Bunda’.

“BKB Kartini Dukuh Dhuri ini sudah sesuai dengan program BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), yaitu BKB Holistik Integratif. Karena BKB Kartini wakil Sleman, pastinya yang terbaik di Sleman. Harapannya ke depan akan lebih baik,” tutupnya.

Sementara Ketua Kelompok BKB Kartini Dukuh Dhuri Sri Purwati mengatakan, BKB Kartini saat ini fokus membina Satuan PAUD Sejenis (SPS) Harapan Bunda dan Kelompok Lansia Dukuh Dhuri. Perkembangan PAUD Harapan Bunda cukup baik, meski tergolong masih baru berdiri sekitar satu tahun. Untuk tahun ajaran 2015/2016 terdapat 31 siswa dengan 4 pendidik profesional.

“Mudah-mudahan kami bisa memberikan yang terbaik untuk membawa nama Harum Kabupaten sleman ke tingkat Nasional. Dulu dukuh kami juga pernah menjadi juara nasional kegiatan serupa,” pungkasnya.

Kegiatan penilaian BKB Padukuhan Dhuri dimeriahkan pentas seni Lansia, Anak-anak PAUD Harapan Buda, dan BKB usia persiapan TK (BKB Kemas). Masing-masing lembaga yang berintegrasi satu sama lainnya tersebut juga membuka stand dengan menunjukkan berbagai dokumentasi karya serta prestasi-prestasi yang pernah diraihnya.

(Sumber: http://jogjakartanews.com/)

3720150827_133150

Wabup Sleman: Organisasi Mirip Gafatar Patut Diawasi Secara Intens

Share This:

SLEMAN, BERSATUNEWS.COM – Wabup Sleman, Sri Muslimatun menurutkan perluanya pengawasan terhadap aktivitas-aktivitas keorganisasian masyarakat yang berpotensi meresahkan kehidupan warga. Ia menuturkan, pihaknya selalu melakukan pengawasan secara intens terhadap organisasi-organisasi yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Pemda akan melakukan pengawasan secara intens. Perlu adanya penguatan wawasan nusantada dan kebangsaan yang terkandung nilai-nilai luhung, budaya-budaya lama yang harus dihormati,” kata Wabup di Sleman, Selasa (15/3/2016).

Wabup menjelaskan, peran dan fungsi orang tua sangat menentukan untuk mengajarkan wawasan kebangsaan sejak dini. Pasalnya, ucap dia pendidikan memainkan peranan strategis dalam rangka menumbuhkan wawasan kebangsaan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, utamanya pada generasi muda.

“Wawasan kebangsaan harus diajarkan orang tua sejak dini. Kita harus melanjutkan konsep pendidikan yang pernah dirintis M. Nuh bahwa pendidikan harus mulai dari PAUD,” jelasnya.

Terkait dengan munculnya organisasi mirip Gafatar, yang belakangan diketahui namanya Jogja DEC, Wabup menekankan perlunya pengawasan melalui pendidikan. Jika pendidikan wawasan kebangsaan tersebut sampai ke tengah-tengah masyarakat, jelas dia maka nilai-nilai kebangsaan akan mampu menangkal aktifitas-aktifitas yang berpotensi meresahkan masyarakat.

“Nilai kebangsaan itu penting dimiliki setiap warga negara Indonesia,” tutur dia.

Untuk itu, Wabup menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara intens, seraya menanamkan wawasan kebangsaan di tengah-tengah kehidupan masyarakat sehingga dapat dijadikan sebagai kesadaran kolektif.

(Sumber Berita: www.bersatunews.com)