Tag Archives: sri muslimatun

3720150827_133150

Sri Muslimatun: Puasa Sebagai Pendidikan Formal

Share This:

SLEMAN-BERSATUNEWS.COM – Bulan puasa tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tapi Allah mendidik manusia dalam bertindak, berperilaku, dan berkata jujur. Lebih penting dari sekedar menahan haus dan lapar adalah menghayati dan melaksanakan semua perintah dan anjuran agama di bulan puasa. Hal demikian disampaikan Wakil Bupati  Sleman Sri Muslimatun di Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman beberapa hari lalu.
Bagi Sri Muslimatun puasa menjadikan manusia hidup teratur dan disiplin. Seperti yang kita jalani bahwa puasa telah diatur sedemikian rupa, misal sahur diahkirkan dan berbuka didahulukan. Selanjutanya teratur dalam berbicara, bagaimana caranya bicara tidak menyakiti orang lain tapi pesan tersampaikan. Semua itu menuntut kita hidup teratur terhadap diri sendiri dan dengan orang lain.
“Sebenarnya semua anjuran di bulan puasa merupakan aturan hidup dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagaimana kita hidup teratur dan disiplin. Jika seseorang dalam kehidupan sehari-hari melaksanakan anjuran amalan di bulan puasa sangat bagus sekali sebagai bekal menjalani hidup sehari-hari,” jelas Wakil Bupati Sleman itu.
Lanjut Sri Muslimatun, nilai sosial  puasa seperti menghormati orang lain, berbagi atas sesama melalui zakat. Di bulan puasa orang menjadi ringan berbuat amal, orang-orang melakukan amalan sunnah seolah-olah menjadi suatu kewajiban. Bagitu tingginya nilai sosial yang diperoleh, maka harapannya amalan-amalan bulan puasa juga dilakukan di luar bulan ramadhan.
“Romadhan seperti pendidikan formal dari Allah, di luar bulan puasa pendidikan non formal. Jadi layaknya semua pelajaran yang didapat pada bulan ramdhan harus dijalankan juga di luar bulan ramadhan” ucap ketua yayasan Rumah Sakit Sakinah Idaman Sleman.
Pemda saat ini, khusus bulan ramadhan membuat kebijakan kalau adzan harus berhenti kerja dan langsung sholat berjamaah. Berkaitan dengan kebijakan ini Sri Muslimatun berharap agar berlaku seterusnya.

(Sumber: www.bersatunews.com)

IMG_20160528_211242

Wabup Sleman Launching Desa Wisata Kawedan

Share This:

Wabup Sleman Ibu Sri Muslimatun, walau dalam kondisi berjalan dengan kursi roda tetap memberi apresiasi kepada warga Padukuhan Kawedan. Hal ini diwujudkan dengan beliau tetap hadir mewakili Bapak Sri Purnomo, M.Si. yang tidak bisa hadir di acara ini.

Ibu Sri Muslimatun dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Ibu Camat Turi, ibu camat yang selalu enerjik sehingga bisa hadir dalam setiap kegiatan warganya. Ibu Camat melihat pertunjukan wayang hingga larut malam menemani para warga.

IMG_20160528_212318
Ibu Sri juga memberi apresiasi atas inisiatif menjadikan Padukuhan Kawedan sebagai desa wisata dan akan mengelola sampahnya secara mandiri dengan mendirikan Bank Sampah dan dalam kesempatan tersebut memberi selamat kepada pengurus Desa Wisata Kawedan Randu Gumbala dan Pengurus Bank Sampah.

IMG_20160528_211853

(Sumber: http://randugumbala.blogspot.co.id/)

difabel

Anak Difabel Tampil Menarik di Hadapan Wabup Sleman

Share This:

Festival, lomba dan Gelar siswa pendidikan khusus dan layanan khusus DIY secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sri Muslimatun ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh kepala Dinas Pendidikan DIY Drs. Kadarmanto Baskoro Aji dan Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono SH di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman Rabu (1/6). Acara juga dimeriahkan dengan penampilan para siswa meliputi menyanyi dan menari

Kepala Dinas Pendidikan DIY didepan Wakil Bupati Sleman menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu menggali dan melestarikan seni budaya, membina dan meningkatkan kreativitas, dan mewujudkan perluasan dan pemerataan pembinanaan dan pengembangan bakat dan prestasi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK).

170 siswa dari 34 cabang lomba diikuti 5 siswa dari kabupaten/kota se-DIY, lomba dilaksanakan selama 2 hari. Tiga cabang lomba yaitu FLS2N meliputi menyanyi, melukis, baca puisi, menari, design grafis, MTQ dan pantonim. O2SN meliputi balap kursi roda dan catur turna netra. Lomba Keterampilan meliputi tata boga, merangkai bunga, membatik, kecantikan, IT, hantaran dan modeling.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sri Muslimatun antara lain menyampaikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya atas terlaksananya kegiatan Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIY. Menurut Sri Muslimatun, anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki potensi dan keunggulan yang luar biasa dan berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka diberikan karunia khusus, sehingga tidak boleh diremehkan. Untuk itu, Wakil Buoati berpesan agar potensi ini terus diasah dan dikemas secara baik oleh para guru sehingga bisa menjadi modal bagi masa depannya.

Anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 977 anak terdiri dari 564 anak lak-laki dan 413 anak perempuan. Jumlah ini perlu dijadikan catatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membekali ABK dengan berbagai kemampuan dan keterampilan sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki daya juang tinggi.

Selain mengasah potensi siswa, Wabup berharap agar siswa-siswa pendidikan khusus dan layanankhusus, juga mendapatkan pendidikan karakter yang bias membina anak tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional dan spiritualnya. Sehingga para siswa ini memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.

Pada akhir sambutannya Wakil Bupati berpesan pada anak-anak yang pada hari ini akan melak­sana­kan lomba, untuk berprestasi dan mengembangkan diri secara maksimal. Tunjukkanlah bahwa kalian memiliki kelebihan dan keunggulan. Tetap percaya diri dan berusaha untuk hidup mandiri.Festival, lomba dan Gelar siswa pendidikan khusus dan layanan khusus DIY secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sri Muslimatun ditandai dengan pemukulan gong didampingi oleh kepala Dinas Pendidikan DIY Drs. Kadarmanto Baskoro Aji dan Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono SH di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman Rabu (1/6). Acara juga dimeriahkan dengan penampilan para siswa meliputi menyanyi dan menari

Kepala Dinas Pendidikan DIY didepan Wakil Bupati Sleman menyampaikan maksud dan tujuan acara tersebut yaitu menggali dan melestarikan seni budaya, membina dan meningkatkan kreativitas, dan mewujudkan perluasan dan pemerataan pembinanaan dan pengembangan bakat dan prestasi peserta didik anak berkebutuhan khusus (ABK).

170 siswa dari 34 cabang lomba diikuti 5 siswa dari kabupaten/kota se-DIY, lomba dilaksanakan selama 2 hari. Tiga cabang lomba yaitu FLS2N meliputi menyanyi, melukis, baca puisi, menari, design grafis, MTQ dan pantonim. O2SN meliputi balap kursi roda dan catur turna netra. Lomba Keterampilan meliputi tata boga, merangkai bunga, membatik, kecantikan, IT, hantaran dan modeling.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sri Muslimatun antara lain menyampaikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya atas terlaksananya kegiatan Festival, Lomba, dan Gebyar Siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tingkat DIY. Menurut Sri Muslimatun, anak-anak berkebutuhan khusus, memiliki potensi dan keunggulan yang luar biasa dan berbeda dengan anak-anak lainnya. Mereka diberikan karunia khusus, sehingga tidak boleh diremehkan. Untuk itu, Wakil Buoati berpesan agar potensi ini terus diasah dan dikemas secara baik oleh para guru sehingga bisa menjadi modal bagi masa depannya.

Anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Sleman saat ini berjumlah 977 anak terdiri dari 564 anak lak-laki dan 413 anak perempuan. Jumlah ini perlu dijadikan catatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membekali ABK dengan berbagai kemampuan dan keterampilan sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan memiliki daya juang tinggi.

Selain mengasah potensi siswa, Wabup berharap agar siswa-siswa pendidikan khusus dan layanankhusus, juga mendapatkan pendidikan karakter yang bias membina anak tidak saja cerdas secara intelektual, tetapi juga emosional dan spiritualnya. Sehingga para siswa ini memiliki kemampuan daya juang dan mentalitas yang kuat serta rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan dan memenuhi tujuan hidup.

Pada akhir sambutannya Wakil Bupati berpesan pada anak-anak yang pada hari ini akan melak­sana­kan lomba, untuk berprestasi dan mengembangkan diri secara maksimal. Tunjukkanlah bahwa kalian memiliki kelebihan dan keunggulan. Tetap percaya diri dan berusaha untuk hidup mandiri.

(Sumber: www.slemankab.go.id)