Tag Archives: sri muslimatun

Sri Muslimatun, Wabup Sleman Menyerahkan Santunan Pada Siswa Yatim Piatu

Wabup Sleman Serahkan Santunan Pada Siswa Yatim Piatu

Share This:

Majelis Taklim Perempuan (MTP) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sleman serahkan santunan pada yatim, piatu dan dhuafa yang terdiri dari 25 siswa SMP dan 25 siswa SLTA/sederajat pada Sabtu (14/9/19) di Serambi Masjid Agung Dr. Wahidin Soediro Hoesodo, Beran, Sleman. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman dan Ketua MTP IPHI Kabupaten Sleman.

Ketua panitia penyelenggara, Nurdiyati mengatakan bahwa santunan yang diberikan berupa alat tulis dan uang tunai sebesar Rp 250.000,- untuk siswa tingka SLTA/sederajat dan Rp 200.000,- untuk siswa tingkat SMP.

“Kegiatan ini sudah kami laksanakan selama dua periode atau 10 tahun dengan total penerima santunan sebanyak 500 siswa,” jelasnya.

Menurutnya penyerahan santunan ini bertujuan untuk meringankan biaya pendidikan bagi siswa siswi yatim, piatu maupun dhuafa. Sumber dana santunan menurutnya diperoleh dari donator dan iuran jamaah MTP IPHI Kabupaten Sleman.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang hadir membuka pengajian dan penyerahan santunan tersebut menyambut baik terselenggaranya acara. Menurutnya penyelenggaraan pengajian ini dapat memberikan pemahaman lebih bagi umat Islam akan arti pentingnya tahun baru hijriyah.

Dirinya juga mendukung upaya yang dilakukan MTP IPHI Kabupaten Sleman yang telah memberikan santunan pada anak-anak di Kabupaten Sleman untuk meringankan biaya pendidikan. “Kami sangat mendukung upaya ini sebagai wujud kepedulian bersama pada anak-anak kita, utamanya dalam hal pendidikan,” kata Muslimatun. (Dik)

Sri Muslimatun

Wabub Sleman Memberikan Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

Share This:

Sebanyak 250 pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sleman mendapatkan piagam penghargaan Satya Lencana Karya Satya, Kamis (15/8) di Pendopo Parasamya, Komplek Setda Sleman.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun memberikan langsung Penghargaan Satya Lencana Karya Satya tersebut kepada pegawai negeri sipil yang telah mengabdian selama 30, 20, dan 10 tahun.

Pegawai negeri sipil yang menerima penghargaan selain masa pengabdian juga dilihat dari kedisiplinan, dari 250 orang terbagi dalam 3 kategori yakni masa pengabdian 30 tahun sebanyak 140 orang, 20 tahun 107 orang, dan 10 tahun sebanyak 3 orang menerima penghargaan tersebut.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan piagam tersebut merupakan penghargaan tertinggi dari Presiden RI, bagi pegawai negeri yang sudah bekerja dengan profesional.

“Penghargaan ini merupakan penghargaan atas bakti menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan, dan pengabdian dalam bekerja. PNS yang menerima penghargaan ini berarti memiliki riwayat pekerjaan yang baik,” katanya.

Ia berharap pegawai negeri sipil lain juga dapat mendapatkan penghargaan seperti ini dengan meningkatkan kinerja serta kedisiplinannya.

“Ke depannya agar pegawai lain dapat meningkatkan kinerjanya, mendorong menguatkan komitmen dan motivasi agar mampu meraih prestasi,” ujarnya.

Terlebih menurutnya, para PNS saat ini dalam menghadapi tuntutan industri 4.0 yang mengedepannkan kemampuan dibidang digital, untuk itu para PNS perlu mengubah cara pikir dalam bekerja dan terus berinovasi dan menyesuaikan dinamika perkembangan di dimasyarakat.

Ia berpesan kepada para PNS untuk selalu berpegangan pada Panca Prasatya Kopri karena bertujuan menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala kolusi, korupsi dan nepotisme.

Sementara itu Plt. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kab.Sleman mengatakan sebanyak 250 PNS yang menerima penghargaan tersebut merupakan hasil dari seleksi PNS Lingkup Kab. Sleman dan akhirnya diputuskan melalui Keputusan Presiden.

Wabub Sleman Mengingatkan Pentingnya Pilar Akademisi Bagi Pemerintahan

Share This:

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun membuka Seminar Sinergi dan Inovasi Pemerintah Sleman dengan Akademisi dalam Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang diikuti oleh 90 orang yang berasal dari unsur LPPM PT, OPD, DPRD Sleman, dan Kepala Desa. Dalam Seminar tersebut Sri Muslimatun mengingatkan pentingnya pilar akademisi dalam membantu percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Upaya penanggulangan kemiskinan tidak semata merupakan tanggung jawab pemerintah saja, namun Akademisi juga sangat berpengaruh dalam membantu percepatn penanggulangan kemiskinan,” Kata Sri Muslimatun di Aula Bappeda, Kamis (1/8).
Menurutnya, Banyak Perguruan Tinggi di Sleman perlu diaskses potensinya untuk mengentas kemiskinan melalu tri dharma perguruan tinggi yakni, Penelitian, Pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Program yang ada di OPD lingkungan Pemka Sleman perlu di sinergikan dengan potensi yang dimiliki perguruan tinggi,” katanya.

Ia berharap seminar tersebut dapat mensinergikan program antara pemangku kepentingan sehingga sasaran pembangunan dapat terwujud dari hulu sapai hilir dan mengurangi jumlah KK miskin.

Sementara itu Sekretars Bappeda Sleman Arif Setio Lakito mengatakan diselenggarakannya seminar tersebut sesuai dengan misi ke 3 dalam RPJMD Kabupaten Sleman yaitu meningkatkan penguatan sistem ekonomi kerakyatan, aksesibilitas dan kemampuan ekonomi rakyat, serta penanggulangan kemiskinana.

Dengan target pencapaian kemiskinan di RPJMD 2016-2021 pada tahun 2019 sebesar 8,68% dan target 2021 sebesar 8%
Dari tahun 2017 hingga tahun 2018 Persentase KK miskin di Kabupaten Sleman berhasil menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,71 %. Dari 9,48 % di tahun 2017 menjadi 8,77% di tahun 2018.

Seminar kemudian dilanjutkan dengan paparan materi oleh Dosen Fisip UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Saptopo B. Ilkodar tentang materi “Peran Perguruan tinggi dalam Penanggulangan Kemiskinan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi” dan Drs. Pranama Kepala Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Pemerintahan tentang “Strategi dan Sinergi percepatan Pronangkus di Kabupaten Sleman. (Sumber: Humas Pemda Sleman)