Tag Archives: Sleman

Wabup Sleman memimpin rapat Rapat Kab layak anak

Sleman Targetkan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya

Share This:

Sleman – Setelah pada 2015 Kabupaten Sleman memperoleh Predikat Kabupaten Layak Anak dengan kategori Madya, kini Sleman menargetkan kategori Nindya. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di ruang rapat
Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (1/3).
“Kabupaten Sleman memiliki peluang besar untuk meraih Kabupaten Layak Anak kategori Nindya. Saya harap dengan kerja keras dan kerja cerdas seluruh elemen lintas sektor di Kabupaten Sleman, Sleman dapat memperoleh predikat tersebut”, kata Muslimatun.

Sementara itu Kepala BPPM DIY dr. R.A Arida Oetami, M.Kes yang hadir dalam rakor tersebut menyampaikan bahwa penilaian Kabupaten Layak Anak dimulai pada bulan Maret 2017 ini. Menurutnya penilaian KLA diawali pengiriman data secara online kemudian dilakukan verifikasi. Pada penilaian tahun sebelumnya dari lima Kabupaten/kota di DIY meraih 1 pratama, 3 madya, dan 1 belum berhasil mendapatkan predikat.

Arida menambahkan bahwa penilaian yang sebelumnya menggunakan 31 indikator kini di padatkan menjadi 25 indikator saja dengan indikator kuantitas, Menurutnya indikator penilaian terbanyak ada pada bidang kesehatan dengan 9 indikator. “Saya berharap pada KLA tahun ini DIY bisa meningkatkan predikatnya”, harap Arida.

Meskipun indikator penilaian lebih sedikit dibanding penilaian sebelumnya, Muslimatun berharap agar lebih didalami lagi apa yang harus dipenuhi untuk mencapai indikator tersebut serta menampilkan potensi pendukung KLA yang tidak dimiliki Kabupaten Kota lainnya di Indonesia untuk tercapainya KLA kategori Nindya.

(Sumber: www.slemankab.go.id)

Foto Bersama setelah seminar berlangsung

Wabup Sleman: UMKM Tingkatkan Kualitas SDM Untuk Hadapi MEA

Share This:

Kualitas SDM merupakan faktor utama UMKM dalam berinovasi dan berkreasi dalam kemajuan pengembangan usaha. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam pembukaan Seminar UMKM  ’Meningkatkan Daya Saing UMKM Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016′ yang diselenggarakan oleh Disperindagkop Kabupaten Sleman bersama Indomart, Nestle, dan SKH Harian Jogja di Aula Unit I Pemkab Sleman pada Rabu (21/9).

Menurut Muslimatun rendahnya penggunaan teknologi, sedikitnya jumlah produk yang tersertifikasi, serta rendahnya kesadaran akan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan minimnya jumlah paten menjadi faktor kelemahan SDM UMKM di Indonesia. Menurutnya perlu adanya peningkatan kapasitas SDM dibidang UMKM agar mampu meningkatkan kinerja dan daya saing UMKM dalam menghadapi MEA.

Muslimatun menjelaskan bahwa berdasarkan kajian Bank Indonesia tahun 2016 menunjukkan bahwa penguasaan teknologi dan inovasi UMKM Indonesia masih lebih rendah dari rata-rata negara ASEAN. Hal tersebut dapat ditinjau dari kepemilikan website dan pemanfaatan email pada usaha kecil di Indonesia hanya sebesar 4,2% dan yang memanfaatkan email hanya 9,4%. Sedangkan Filipina dan Vietnam kepemilikan website pada usaha kecil sudah diatas 20% dan pemanfaatan email diatas 40%. Hal tersebut berimbas pada kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor masih relatif rendah yang hanya menyumbang 15,7% dari total ekspor.

“ Dalam peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Sleman sendiri  saat ini dilakukan berbagai pelatihan antara lain kewirausahaan, motivasi bisnis, serta manajeman usaha. Pemkab Sleman juga melakukan peningkatan keterampilan dan penggunaan teknologi tepat guna melalui bimtek produksi UKM dengan pengenalan teknik produksi dan alat tepat guna yang bisa diterapkan”, jelas Muslimatun

Lebih lanjut Muslimatun menambahkan bahwa saat ini di Sleman terdapat 16.230 unit usaha industri kecil dan ribuan UKM di sektor lain yang terus dibina dan didorong  untuk dapat meningkatakan daya saingnya di era MEA. “Kami juga memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi Informasi. UKM dan UMKM juga difasilitasi web e-commerce sleman-mall.com sebagai sarana pemanfaatan teknologi informasi”, tambah Muslimatun.

Sementara itu Branch Manager Indomart area Yogyakarta Sanjaya Trio Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan seminar yang dilaksanakan bekerjasama dengan Pemkab Sleman tersebut bertujuan untuk memfasilitasi dan transfer ilmu pelaku usaha mikro yang nantinya dapat diaplikasikan dalam pengembangan UMKMnya. “Kami berharap melalui seminar ini dapat mendorong pelaku usaha lokal dari tingkat mikro menjadi kecil yang kemudian menjadi menengah dan pada akhirnya bisa menjadi besar”, tutur Trio.

(Sumber: http://www.slemankab.go.id)

Wakil Bupati Sleman

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung ke-97 Tahap II

Share This:

Waktoe.com – SLEMAN, Wabup Sleman, Hj. Sri Muslimatun membuka secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-97 Tahap II TA 2016, ditandai dengan penyerahan alat-alat kerja dalam upacara pembukaan TMMD yang dilakukan di halaman Balai Desa Wukirharjo, Prambanan, Sleman, Selasa (20/09) pagi.
Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Inf Arly Iskandar dalam laporannya menyampaikan kegiatan TMMD Sengkuyung ke-97 Tahap II TA 2016 ini dilaksanakan selama 21 hari, terhitung mulai hari ini 20 September hingga 10 Oktober 2016, dengan sasaran kegiatan fisik dan non fisik.
“Untuk sasaran fisik adalah pembuatan jalan kampung, pembuatan talud, rehab masjid, poskamling, lantainisasi untuk 3 rumah, sedangkan untuk sasaran non fisiknya adalah penyuluhan PPBN, pemberian wawasan kebangsaan, kamtibmas, tentang bahaya narkoba, pertanian, penyuluhan KB dan kesehatan,” ujarnya.
Sri Muslimatun dalam amanatnya menyebutkan TMMD yang merupakan kegiatan lintas sektoral ini dimaksudkan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat. “Melalui program-program yang disusun dari bawah, mulai dari rembug desa sampai dengan rapat-rapat di tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Propinsi. Sehingga keberhasilan TMMD sangat ditentukan oleh partisipasi aktif seluruh komponen bangsa, dan masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan TMMD yang melibatkan prajurit TNI, Polri, dan masyarakat, dipercaya Muslimatun akan berjalan baik dan diharapkan dapat mencapai sasaran yang ditentukan. “Untuk itu kepada semua pihak agar berupaya memberikan kontribusi positif melalui koordinasi yang ketat dengan unsur lain yang terkait, serta melalui kegiatan ini saya berharap agar kerjasama yang telah terbina dengan berbagai instansi terkait dan masyarakat akan semakin kokoh dan mantap,” jelasnya.
Sasaran-sasaran TMMD yang telah dipersiapkan, lanjut Muslimatun semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga memiliki ketahanan wilayah yang kuat. “Agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang menyesatkan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, yang senantiasa berusaha memecah belah bangsa Indonesia,” tambahnya.
Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Arm Djoko Sudjarwo dalam TMMD yang mengangkat tema ‘Dengan Semangat Kemanunggalan serta Kerjasama Lintas Sektoral dan Lintas Komponen Bangsa Kita Tingkatkan Percepatan Membangun di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat’ ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kemanunggalan TNI bersama Rakyat. “Ini sebagai salah satu bukti kemanunggalan TNI bersama rakyat, dan sektor-sektor lain yang membantu dalam program ini sesuai dengan tema kali ini yang merupakan kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa untuk mensejahterakan rakyat,” ungkapnya.
Djoko juga berharap, nantinya masyarakat dapat merasakan dan memanfaatkan apa yang akan dikerjakan dalam TMMD kali ini. “Semoga apa yang akan kita berikan dalam TMMD kali ini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat, dan tentunya sesuai tujuan TMMD untuk mensejahterakan rakyat, baik secara infrastruktur pembagunan fisik, ataupun non fisik dari berbagai penyuluhan-penyuluhan yang akan diberikan,” pungkasnya.

(Sumber: http://waktoe.com)