Tag Archives: pertanian sleman

14032015_HarianJOgja_Burung-Kuntul_01-370x246

Wabup Sleman Pesan Tumbuhkan Rasa Cinta pada Pertanian

Share This:

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman, menyerahkan bantuan traktor tangan (hand tractor) bagi delapan gabungan kelompok tani di wilayah setempat guna meningkatkan produksi pertanian.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan Wabup Sleman Sri Muslimatun pada Gelar Potensi Daerah di Kecamatan Seyegan, Selasa Delapan kelompok yang mendapat bantuan hand tractor tersebut, yakni Kelompok Tani Ngudi Makmur Sompokan, Margonmulyo Seyegan, Kelompok Tani Ngudi Rejeki Banyuurip, Margoagung Seyegan dan Kelompok Tani Sri Rejeki Susukan II Margokaton Seyegan.

Kelompok tani Sumber Makmur Konteng Sumberadi Mlati, Gapoktan Lumbungrejo Tempel, Gapoktan Moro Makmur, Mororejo Tempel, Kelompok Tani Catur Taruna Cibuk Kidul, Margoluwih Seyegan dan Kelompok Tani Tri Makmur, Ngaglik Sinduadi Mlati.

Sri Muslimatun seusai penyerahan bantuan mengatakan, sektor pertanian di Sleman bukan semata-mata pencarian bagi masyarakat Sleman, melainkan juga menjadi norma dan nilai budaya yang mengakar di Kabupaten Sleman.

“Berbagai kebudayaan terlahir dari sektor yang menjadi andalan Sleman ini. Ironisnya saat ini, sektor pertanian justru tidak banyak diminati generasi muda,” katanya.

Terkait hal itu diharapkan UPT Balai Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) menggalakan kegiatan untuk menumbuhkan rasa cinta pada dunia pertanian sejak usia dini.

“Usaha ini memiliki efek jangka panjang yakni melahirkan generasi produktif yang tertarik untuk mengembangkan dan memajukan pertanian di Kabupaten Sleman,” katanya.

Sri Muslimatun mengatakan, tingginya angka alih fungsi lahan pertanian yang banyak terjadi di Kabupaten Sleman akhir-akhir ini perlu disikapi dengan bijaksana.

Kebutuhan papan yang semakin meningkat perlu ditanggulangi dengan intensifikasi pertanian sehingga dapat mempertahankan hasil pertanian meski dengan lahan yang terbatas.

“Dengan penerapan teknologi pertanian yang tepat diyakini tidak hanya dapat meningkatkan hasil pertanian namun juga dapat menambah nilai ekonomis produk pertanian yang pada ujungnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ia mengatakan, peningkatan kesejahteraan petani tidak hanya dilakukan melalui intensifikasi pertanian namun juga pengembangkan pemasaran produksi potensi pertanian dengan mengembangkan jaringan pemasaran produk-produk yang dihasilkan.

“Di sinilah peran UPT BP3K wilayah III Seyegan untuk mendorong kemampuan adopsi dan inovasi teknologi masyarakat dalam budidaya pertanian dan budidaya pascapanennya,” katanya.

Bahkan dengan kemudahan media “online” atau internet yang saat ini tengah menjadi tren dunia usaha tentunya membuka pangsa pasar produk pertanian. “Penjualan langsung pada konsumen ini tentu akan meningkatkan nilai jual,” katanya.

(Sumber: www.harianjogja.com)