Tag Archives: pemda sleman

Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes mengisi diklat dengan tema “Sleman Smartcity” pada hari Senin (17/09/2018) di Prima SR Hotel & Convention Jl. Magelang Sleman

Wabup Sleman: Pemimpin Wajib Jadi Manajer

Share This:

Sleman–Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun Mkes membuka acara Diklat Manajemen Kepemimpinan Organisasi, Senin (17/09/2018) di Prima SR Hotel & Convention. Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP.

Sri Muslimatun menyambut baik diadakannya acara tersebut. Menurutnya kompetensi setiap pemimpin perlu terus diperbaharui wawasannya, terlebih di era digital seperti saat ini. Sehingga, lanjut Sri Muslimatun, pimpinan di Kabupaten Sleman nantinya dapat menyesuaikan diri bahkan bersaing dengan berbagai tantangan.
“Maka saya berharap ke depannya setiap peserta memiliki kesamaan pola pikir yang dinamis dan bernalar,” ucapnya.

Sri Muslimatun mengatakan bahwa pemangku kepentingan harus memiliki komitmen yang kuat dalam mewujudkan Sleman yang sejahtera. Dia juga mengatakan bahwa pimpinan yang baik tidak hanya bertugas untuk memikirkan strategi dasar pembangunan saja. Namun menurutnya pemimpin harus berperan sebagai manager atas organisasinya masing-masing.

“Diklat ini merupakan bekal yang cukup bagi setiap pimpinan,” kata Sri Muslimatun.

Sementara Anton Sujarwo SH MSi, selaku Sekretaris BKPP mengatakan bahwa target peserta dari kegiatan tersebut adalah pejabat struktural eselon IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Adapun jumlah peserta diklat sebanyak 30 orang. Anton melaporkan bahwa diklat dilaksanakan selama 5 hari, yakni mulai tanggal 17 sampai 21 September 2018.
Setelah membuka acara, Wakil Bupati Sleman kemudian mengisi diklat dengan tema “Sleman Smartcity”.

Selain Wakil Bupati Sleman, pada diklat tersebut juga menghadirkan pengajar-pengajar lainnya, diantaranya Sekretaris Daerah, Badan Diklat DIY, BKPP, Bappeda, Inspektorat, Bagian Organisasi Setda Sleman, Inixindo Yogyakarta dan Praktisi/Psikolog. (koranbernas.id)

Wakil Bupati Mewakili Sleman

Masuk 5 Kabupaten/Kota Terinovatif, Sleman Raih Inagara Award 2017

Share This:

Setelah sebelumnya menyabet penghargaan Kabupaten Layak Anak dan Adipura, lagi-lagi Pemkab Sleman mendapatkan penghargaan bergengsi skala nasional yakni ‘Inovasi Administrasi Negara’ (Inagara) 2017.

Penganugerahan penghargaan tersebut diberikan atas capaian inovasi program-program administrasi negara yang dilakukan Pemkab Sleman tahun 2017 atas usulan Gubernur DIY. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) pada Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Auditorium Gedung Lt. 2 Lembaga Administrasi Negara, Jakarta Pusat, pada Senin 7 Agustus 2017.
Kepala LAN Adi Suryanto menyampaikan bahwa kriteria penilaian Inagara Award tersebut berdasarkan kemanfaatan, memberi solusi, keberlanjutan, kemudahan replikasi., dan kompatibilitas. Pada penghargaan tersebut terpilih 5 kabupaten/kota paling inovatif dari total 21 kabupaten/kota yang diusulkan. Kabupaten Sleman terpilih bersama Kota Makassar, Pontianak, Denpasar, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Adi menambahkan bahwa penganugerahan Inagara Awards tersebut bertujuan untuk mempromosikan dan mendorong replikasi inovasi yang telah dilakukan para alumni diklat kepemimpinan kepada publik.
Atas capaian penghargaan tersebut Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengucapkan rasa syukur dan berterimakasih pada seluruh jajaran OPD di Pemkab Sleman khususnya yang telah memberikan inovasi pada percepatan pembangunan di Kabupaten Sleman. Muslimatun mencontohkan beberapa inovasi Sleman seperti ‘Tua Keladi’ oleh Puskesmas Gamping I dan ‘Sunday Morning’ oleh Kecamatan Sleman yang telah meraih penghargaan Top 99 Inovasi beberapa waktu lalu agar dapat menjadi pemacu munculnya inovasi-inovasi lain di Kabupaten Sleman.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja kita semua. Saya berharap penghargaan ini dapat memotivasi munculnya inovasi-inovasi lain agar Sleman dapat terus maju”, kata Muslimatun.

Panen raya padi Gapoktan Bimo Makmur di Rogobangsan, Bimomartani, Ngemplak

Sleman Kembali Galakkan ‘Jajar Legowo’ Untuk Intensifkan Panen Padi

Share This:

Sleman – Gapoktan Bimo Makmur melakukan panen raya padi jenis Hibrida Sembada 168 pada Kamis (23/2) di Rogobangsan, Bimomartani, Ngemplak, Sleman. Panen raya yang secara simbolis diawali oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun tersebut memperoleh hasil yang cukup menggembirakan yaitu rata-rata 9,18 ton/Ha.

Mulyadi selaku Ketua Gapoktan Bimo Makmur menjelaskan bahwa padi varietas Hibrida Sembada 168 tersebut baru pertama kali ditanam oleh petani di wilayahnya. Biasanya ketika musim penghujan petani sekitar Bimomartani menggunakan benih jenis Ciherang, Mikongga, dan IR 64. Bibit Hibrida Sembada 168 tersebut menurutnya merupakan subsidi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sleman yang ditanam untuk percobaan.”Panen raya wilayah pertanian Gapoktan Bimo Makmur Bimomartani meliputi Kalibulus, Rogobangsan, dan Krebet yang luas lahannya sekitar 100 Ha”, jelas Mulyadi. Panen ini diharapkan mampu memotivasi para petani dalam memproduksi padi secara maksimal, sehingga Sleman mampu mempertahankan predikatnya sebagai gudang berasnyapropinsi DIY.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan bahwa dari waktu ke waktu upaya untuk mempertahankan produksi beras di Sleman menghadapi tantangan yang sangat berat. Terle­bih lagi luas lahan pertanian yang ada di Sleman ini dari tahun ke tahun semakin menyusut. ”De­ngan pelak­­­sa­­na­an panen raya padi ini saya semoga dapat memotivasi kelom­pok-kelompok tani lainnya untuk mengoptimalkan produk­sinya”, kata Muslimatun.

Menurutnya Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk meningkatkan inovasi dalam menjawab tantangan yang ada termasuk dalam pertanian. Pemerintah Kabupaten Sleman telah menggalakkan pola tanam jajar legowo dan mewajibkan pola tanam jajar legowo bagi kelompok tani yang menerima bantuan. Keunggulan dari pola tanam ini adalah peningkatan hasil produksi, karena pola tanam ini berimplikasi pada kemudahan dalam pemberian pupuk dan pengendalian organisme penggangu serta kemampuan dalam menjaga kesuburan tanah karena adanya jarak tanam.

Selain itu Pemerintah Kabupaten Sleman juga mewajibkan penambahan pupuk organik sebagai upaya dalam menjaga kualitas hasil produksi yang aman bagi kesehatan, adanya pola tanam dan pemupukan berimbang serta menggalakkan pertanian pangan yang ramah lingkungan. Harapannya melalui berbagai inovasi yang kami galakkan ini dapat berkontribusi secara positif terhadap peningkatan hasil produksi pertanian khususnya padi di Kabupaten Sleman.

”Saya berharap ke depan petani dapat terus berinovasi mengembangkan budidaya pertanian guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Berkaitan dengan hal ini, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, diharapkan dapat terus memotivasi petani agar semakin inovatif dan bisa memanfaatkan tekhnologi tepat guna dalam upaya meningkatkan produktifitaspertanian.
(Sumber: www.slemankab.go.id)