Tag Archives: Kabupaten Sleman

Wabup Sleman Memberikan Arahan pada Forum Tematik Perangkat Daerah RKPD 2019 Kab. Sleman

Forum Tematik Perangkat Daerah RKPD 2019 Fokus Selesaikan 3 Masalah

Share This:

Dalam rangka penyusunan  Rancangan Rencana Kerja Daerah Pemerintah (RKPD) Kabupaten Sleman Tahun 2019, Pemkab Sleman selenggarakan Forum Tematik Perangkat Daerah RKPD 2019 di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, Selasa (6/3/18). Kegiatan Forum Tematik tersebut memfokuskan penyelesaian 3 permasalahan yaitu kemiskinan, daya saing ekonomi lokal dan permasalahan ketimpangan wilayah maupun pendapatan.

Kepala Bappeda Kabupaten Sleman, Kunto Riyadi menjelaskan bahwa Forum Tematik tersebut merupakan satu tahapan perencanaan yang perlu dilaksanakan sesuai dengan Permendagri terbaru Nomor 86 Tahun 2017 yang secara garis besar mengatur tentang tata cara perencanaan dan evaluasi pembangunan daerah.

“Penyelenggaraan kegiatan bersama OPD ini berdasarkan tema yang sesuai dengan analisis kami yaitu ada tiga permasalahan yang harus kita upayakan penyelesaiannya yaitu kemiskinan, lalu bagaimana kita mampu bersaing dalam ekonomi lokal, serta mengatasi ketimpangan baik antar wilayah maupun ketimpangan antar individu,” ujar Kunto Riyadi

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal (6-8/3/18) ini diawali dengan pembahasan permasalahan kemiskinan. Permasalahan kemiskinan dinilai penting menjadi perhatian Pemkab Sleman.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan dalam mengentaskan kemiskinan tidak dapat dilakukan hanya melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat seremonial saja. Menurutnya, mengentaskan kemiskinan harus melalui semua sisi dan lini serta banyak pihak yang harus terlibat.

“Program penanganan kemiskinan itu merupakan prioritas pembangunan baik tingkat pusat tingkat provinsi maupun kabupaten. Keseriusan pemkab sleman untuk mengatasi kemiskinan seperti tertuang dalam RKPD dari tahun ke tahun,” kata Sri Muslimatun.

Keseriusan Pemkab Sleman dalam mengentaskan kemiskinan dapat dilihat dengan adanya penurunan presentasi kemiskinan di Kabupaten Sleman yaitu pada tahun 2016 sebanyak 10,6% mengalami penurunan pada tahun 2017 yaitu menjadi 9,48%.

“Kunci untuk menurunkan kemiskinan, harus dengan langkah langkah strategis yang mengacu kepada ketepatan sasaran program penangulangan kemiskinan dengan tersedianya satu data untuk semua. Yaitu data kemiskinan yang bersumber kepada Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) 2015 yang selalu diverifikasi dan divalidasi tiap tahunnya data itu akan terus diperbaharui,” tutur Sri Muslimatun.

Muslimatun juga menambahkan bahwa sasaran program pananggulangan kemiskinan mengacu kepada target RPJMD dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) dengan menitik beratkan pada 3 sasaran utama yaitu Program Perlindungan Sosial, Program Peningkatan Pendapatam warga miskin, serta Program Pengendalian Penduduk. (Sumber: kabsleman.com)

Wabup Sleman

Ekspose Karya Perempuan dan Sarasehan dalam rangka Peringatan Hari Ibu

Share This:

Kesetaraan gender masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman. Hal tersebut merujuk pada salah satu misi pembangunan di Kabupaten Sleman dengan meningkatkan kualitas budaya masyarakat dan kesetaraan gender yang proporsional. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan bahwa nilai Indikator Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Sleman meningkat dari tahun ke tahun. “Pada tahun 2015 angka IPG Kabupaten Sleman mencapai 96,08”, jelas Sri Muslimatun dalam acara pembukaan Ekspose Karya Perempuan dan sarasehan dalam rangka Peringatan Hari Ibu Ke-88 yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Sleman pada Rabu [21/12].

Lebih lanjut Sri Muslimatun menambahkan bahwa peningkatan IPG tersebut menjadi gambaran kondisi dan upaya jajaran pemerintah Kabupaten Sleman untuk menjamin kesetaraan gender di Kabupaten Sleman. Sri Muslimatun berharap dengan pengakuan akan kualitas dan kapasitas perempuan dapat menumbuhkan kepercayaan diri kaum ibu dan perempuan untuk menunjukkan eksistensi diri serta berani membela haknya dari tindakan diskriminatif.
Pada acara yang bertema “Kesetaraan Perempuan dan Laki-Laki untuk Mewujudkan Indonesia yang Bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Ekonomi terhadap Perempuan” tersebut juga diadakan ekspose karya perempuan dengan menggelar stand dari perwakilan seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman. Acara juga dilanjutkan dengan sarasehan ‘Parenting bagi keluarga yang harmonis untuk mewujudkan kesetaraan gender’ dan ‘Ketahanan keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan Sleman tanpa kekerasan”.

Sementara itu Kustini Sri Purnomo selaku Ketua Tim Penggerak PKK Sleman menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan acara tersebut untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menuju pembangunan nasional yang berkelanjtan dan berkeadilan. “Diharapkan dalam kegiatan sarasehan tersebut sekaligus mensosialisasikan program unggulan dari Kementrian PPPA Three Ends yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, akhiri kesenjangan ekonomi bagi perempuan, untuk mewujudkan Sleman tanpa Kekerasan.

Menurut Kustini, Peringatan Hari Ibu (PHI) merupakan upaya bangsa Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang merebut kemerdekaan. “Tekad dan perjuangan perempuan Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia, dilandasi cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang telah dinyatakan semenjak Kongres Perempuan Indonesia yang pertama kali tanggaal 22 Desember 1928 di Yogyakarta”, jelas Kustini.

(Sumber: http://www.slemankab.go.id/)

ibu sri

Wakil Bupati Melepas 994 Calon Haji Sleman

Share This:

Hari ini Pemerintah Kabupaten Sleman melepas keberangkatan kloter 29 SOC yang merupakan kloter terakhir calon jamaah haji dari Sleman. Keberangkatan jamaan haji kloter 29 ini dilepas oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun di Serambi Masjid Agung Soediro Hoesodo Jumat pagi (19/8). Pelepasan jamaah haji kloter 29 ini merupakan yang kelima kalinya setelah sebelumnya diberangkatkan kloter 23, 24, 25 dan 27.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam sambutannya dihadapan calon jamaah haji mengatakan bahwa haji merupakan kesempatan yang langka sehingga diharapkan calon jamaah haji dapat memanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbanyak ibadah. “Memanfaatkan kesempatan berhaji dengan niat untuk beribadah kepada Allah SWT semata, diharapkan dapat melaksanakan ibadah yang wajib dan yang sunnah dengan sebaik-baiknya,” pesan Sri Muslimatun.

Sri Muslimatun menambahkan ditanah suci nanti, jamaah haji merupakan wakil dari Kabupaten Sleman khususnya, sekaligus duta bangsa Indonesia. Berkaca dari peristiwa banyaknya korban pada musim haji tahun lalu, maka diharapkan calon jamaah Haji mematuhi jadwal, aturan dan petunjuk yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Kedisiplinan ini penting demi kelancaran dan kemabruran ibadah haji sehingga jamaah haji dapat menjadi contoh dan panutan bagi jamaah yang lain. Selain itu kedepankanlah rasa toleransi diantara sesama jamaah haji agar Bapak/Ibu dapat beribadah dengan baik dan lancar.

Lebih lanjut disampaikan bahwa jamaah untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dalam menjalankan aktifitas ibadah haji nanti. Musim haji tahun ini jatuh pada bulan-bulan dengan kondisi cuaca panas sangat ekstrim. Terkait hal tersebut wakil Bupati menyarankan agar jamaah menghindari paparan langsung sinar matahari misalnya dengan memakai payung, banyak meminum air putih, menutupi kepala, memakai pakaian ringan dari bahan yang menyerap keringat, memakai masker serta menyalakan AC kamar.

Selain itu wakil Bupati juga berpesan agar jamaah haji tidak terpengaruh dengan hal-hal yang dapat mengurangi kualitas ibadah jika mengalami kesulitan saat menjalankan ibadah haji bersabarlah dan sebisa mungkin hindari untuk marah, agar niat beribadah tidak tercemar. Dan melaksanakan apa yang selama ini diberikan oleh pembimbing haji, apabila terdapat kesulitan selama menjalankan ibadah haji, jangan segan dan malu untuk bertanya kepada petugas/pembimbing haji.

Wakil Bupati titip pesan doa kepada calon jamaah haji, ketika berdoa di tanah suci, untuk dapat mendoakan masyarakat Sleman pula agar semakin diberikan kesejahteraan, ketentraman sehingga terwujud masyarakat yang sejahtera lahir dan batin.

(sumber:www.slemankab.go.id)