Category Archives: Pendidikan

sri-muslimatun-sleman

Handphone Anak Cukup untuk Telepon dan SMS

Share This:

SLEMAN – Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menaruh perhatian serius pada kasus kekerasan yang menimpa maupun dilakukan anak-anak. Menurutnya, hal itu bisa berawal dari pengaruh negatif aplikasi dan situs internet yang sangat mudah diakses melalui telepon seluler.

“Handphone ibarat dua mata uang. Di satu sisi bermanfaat. Tapi jika pemanfaatannya keliru bisa berimbas pada penurunan akhlak bagi yang menggunakannya,” tuturnya.

Karena itu pula Muslimatun sangat mendukung kebijakan yang melarang siswa membawa gajet ke sekolah. Karena jika tak dikendalikan bisa mengganggu konsentrasi belajar. Kendati demikian, Muslimatun tak menampik handphone merupakan salah satu kebutuhan vital sebagai sarana komunikasi antara anak dan orang tua.

Untuk itu, Muslimatun menyarankan para orang tua yang membutuhkan komunikasi lebih kepada anak mereka agar cukup membekali dengan telepon genggam sederhana. Yang cukup hanya untuk menelepon dan berkirim pesan singkat SMS. Itu demi mencegah pengaruh negatif, khususnya aplikasi dan situs orang dewasa. Tanpa benteng iman yang kuat, anak-anak akan mudah terpengaruh hal-hal yang seharusnya belum  pantas mereka terima.

Ditegaskan, penggunaan gajet pada anak-anak harus dengan pengawasan para orang tua ketika berada di rumah. Sedangkan di sekolah menjadi tugas guru untuk mengontrol.

“Gajet bisa menjadi sumber kekerasan yang halus bagi anak. Membuat kecerdasan emosional anak tidak seimbang. Sering mereka mendapat informasi tapi tidak bisa memfilternya,” ingatnya

(Sumber: www.radarjogja.co.id)

Foto Ilustrasi

Pemkab Sleman Deklarasi Anti Kekerasan Anak

Share This:

Kasus kekerasan terhadap anak saat ini semakin marak bermunculan di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah. Kondisi itu memaksa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membuat “Deklarasi Akhiri Kekerasan Pada Anak” untuk tekan kekerasan pada anak.
Acara ini dilakukan untuk memperingati Hari Anak di Gedung Serbaguna Denggung Sleman beberapa waktu lalu. Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun menyampaikan pada acara itu bahwa kekerasan terhadap anak mencapai 157 kasus pada 2015.
Hal tersebut menurutnya menuntut perhatian lebih dari seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat. “Bukan jumlah yang sedikit, oleh karenanya kita memerlukan langkah konkrit dalam upaya menghentikan kasus kekerasan terhadap anak”, jelas Sri seperti yang dikutip dari slemankab.go.id, Minggu, 18 Mei 2016.
Sri mengatakan bahwa dalam upaya menuju “Kabupaten Layak Anak” berbagai upaya telah di lakukan Pemkab diantaranya pembentukan Gugus Tugas KLA Kabupaten, Kecamatan, maupun desa, desa ramah anak, pembentukan satgas perlindungan perempuan dan anak ditingkat desa.
Selain itu, juga ada program pencanangan sekolah ramah anak, pembentukan Forum Anak Sleman (Forans), pembentukan Forum Penanganan Korban Kekerasan perempuan dan anak (FPK2PA), pembentukan UPT. P2TP2A serta berbagai upaya lainnya.

(Sumber: www.otonomi.co.id/)

Wakil Bupati Sleman

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung ke-97 Tahap II

Share This:

Waktoe.com – SLEMAN, Wabup Sleman, Hj. Sri Muslimatun membuka secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke-97 Tahap II TA 2016, ditandai dengan penyerahan alat-alat kerja dalam upacara pembukaan TMMD yang dilakukan di halaman Balai Desa Wukirharjo, Prambanan, Sleman, Selasa (20/09) pagi.
Pasiter Kodim 0732/Sleman Kapten Inf Arly Iskandar dalam laporannya menyampaikan kegiatan TMMD Sengkuyung ke-97 Tahap II TA 2016 ini dilaksanakan selama 21 hari, terhitung mulai hari ini 20 September hingga 10 Oktober 2016, dengan sasaran kegiatan fisik dan non fisik.
“Untuk sasaran fisik adalah pembuatan jalan kampung, pembuatan talud, rehab masjid, poskamling, lantainisasi untuk 3 rumah, sedangkan untuk sasaran non fisiknya adalah penyuluhan PPBN, pemberian wawasan kebangsaan, kamtibmas, tentang bahaya narkoba, pertanian, penyuluhan KB dan kesehatan,” ujarnya.
Sri Muslimatun dalam amanatnya menyebutkan TMMD yang merupakan kegiatan lintas sektoral ini dimaksudkan untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat. “Melalui program-program yang disusun dari bawah, mulai dari rembug desa sampai dengan rapat-rapat di tingkat Kabupaten sampai ke tingkat Propinsi. Sehingga keberhasilan TMMD sangat ditentukan oleh partisipasi aktif seluruh komponen bangsa, dan masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan TMMD yang melibatkan prajurit TNI, Polri, dan masyarakat, dipercaya Muslimatun akan berjalan baik dan diharapkan dapat mencapai sasaran yang ditentukan. “Untuk itu kepada semua pihak agar berupaya memberikan kontribusi positif melalui koordinasi yang ketat dengan unsur lain yang terkait, serta melalui kegiatan ini saya berharap agar kerjasama yang telah terbina dengan berbagai instansi terkait dan masyarakat akan semakin kokoh dan mantap,” jelasnya.
Sasaran-sasaran TMMD yang telah dipersiapkan, lanjut Muslimatun semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga memiliki ketahanan wilayah yang kuat. “Agar tidak mudah terpengaruh isu-isu yang menyesatkan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, yang senantiasa berusaha memecah belah bangsa Indonesia,” tambahnya.
Komandan Kodim (Dandim) 0732/Sleman Letkol Arm Djoko Sudjarwo dalam TMMD yang mengangkat tema ‘Dengan Semangat Kemanunggalan serta Kerjasama Lintas Sektoral dan Lintas Komponen Bangsa Kita Tingkatkan Percepatan Membangun di Daerah Guna Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat’ ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bukti kemanunggalan TNI bersama Rakyat. “Ini sebagai salah satu bukti kemanunggalan TNI bersama rakyat, dan sektor-sektor lain yang membantu dalam program ini sesuai dengan tema kali ini yang merupakan kerjasama lintas sektoral dan lintas komponen bangsa untuk mensejahterakan rakyat,” ungkapnya.
Djoko juga berharap, nantinya masyarakat dapat merasakan dan memanfaatkan apa yang akan dikerjakan dalam TMMD kali ini. “Semoga apa yang akan kita berikan dalam TMMD kali ini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat, dan tentunya sesuai tujuan TMMD untuk mensejahterakan rakyat, baik secara infrastruktur pembagunan fisik, ataupun non fisik dari berbagai penyuluhan-penyuluhan yang akan diberikan,” pungkasnya.

(Sumber: http://waktoe.com)