Category Archives: Kesehatan

dra. Hj. Sri Muslimatun, M. Kes, Wakil Bupati Sleman

Wabup Sleman: Tekan Kematian Ibu Melahirkan, Bidan Dituntut Beri Pelayanan Paripurna

Share This:

SLEMAN – Wakil Bupati (Wabup) Sleman Sri Muslimatun mengatakan para bidan di Sleman dalam memberikan pelayanan kesehatan, terutama kepada ibu hamil dan melahirkan serta bayi bukan hanya dituntut berkualitas tapi juga paripurna. Tuntutan ini bukan tanpa alasan. Sebab bidan merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan ditingkat dasar dan juga masih adanya kasus kematian ibu melahirkan.

Data pemkab Sleman untuk angka kematian ibu (AKI) akibat melahirkan sudah mengalami penurunan yaitu dari 12 orang pada lima tahuh lalu menjadi 6-7 orang pada tahun ini.

“Atas data ini maka menuntut tenaga kesehatan khususnya bidan untuk memberikan pe|ayanan kesehatan yang berkualitas dan paripurna,” kata Muslimatun saat menjadi pembicara kunci Seminar Nasional “Penguatan Peran Bidan dalam Akselerasi Penurunan AKI dan AKB” yang diadakan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ranting RSUD Sleman di RSUD Sleman, Minggu (21/4/2019).
Adapun kunci keberhasilan pelayanan kesehatan adalah ketersediaan tenaga kesehatan yang sesuai kompetensi, serta sarana dan prasarana yang handal di fasilitas pe|ayanan kesehatan. Dalam hal pelayanan kesehatan maternal dan neonatal, bidan sebagai garda terdepan pemberi pelayanan kesehatan di tingkat dasar, harus mampu mendeteksi masalah dan komplikasi pada masa kehamilan, persalinan dan bayi baru lahir.

“Karena itu saya berharap dengan diadakannya seminar nasional ini dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan bidan dalam melakukan deteksi dini serta penanganan komplikasi dan penyulit pada masa kehamilan, persalinan serta dapat mempermudah akses rujukan ke fasilitas lanjutan,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menambahkan bidan memang memiliki peran yang sangat penting dalam menjalankan proses persalinan. Sebab meski sekarang perkembangan teknologi kesehatan semakin maju namun bidan tetap tidak bisa digantikan, khususnya dalam membantu menyiapkan generasi yang akan datang.

“Karena itu peran SDM (bidan) menjadi kuncinya,” tambahnya. (Sumber: https://jateng.sindonews.com)

Sri Muslimatun

Lampaui Target, Bulan Dana PMI Rp 1,14 Miliar

Share This:

KORANBERNAS.ID–Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman yang dimulai 1 Januari-31 Mei 2018 berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1.142.738.000. Sekretaris PMI Kabupaten, Sarijan mengatakan perolehan ini melebihi target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu Rp 1 miliar.

“Perolehan target yang ditetapkan, yaitu 114% dari target sebesar Rp 1 miliar,” jelas Sarijan dalam acara Penutupan Bulan PMI Kabupaten Sleman 2018 di Aula lantai III Kantor Setda Kabupaten Sleman, Rabu (25/07/2018) siang.

Menurutnya sasaran Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2018 adalah masyarakat Sleman dengan menyediakan besaran kupon dari Rp 2.000 sampai dengan Rp 50.000. Adapun sasaran meliputi ASN, TNI/Polri, dan masyarakat umum pengguna jasa samsat, perbankan, kantor dan dinas, rumah sakit, kecamatan, desa, universitas, perusahaan, hotel, dan lainnya.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun MKes yang juga menjadi Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman 2018 berharap dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan selesainya kegiatan bulan dana PMI tersebut, bukan berarti tugas dan kewajiban PMI Cabang Sleman selesai namun justru diperlukan kinerja yang maksimal dari PMI Cabang Sleman dalam menggunakan dana tersebut agar kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat kepada PMI Kabupaten Sleman dapat dijaga,” kata Sri Muslimatun.

Dalam penutupan tersebut juga diserahkan buku laporan hasil audit laporan keuangan dari Kantor Akuntan Publik Inares Kumalawarta pada PMI Kabupaten Sleman dengan hasil Wajar Tanpa Pengecualian. (Sumber: www.koranbernas.id)

HUT ke-40 YKI Selenggarakan Talk Show Kanker Serviks

Sri Muslimatun: Nol Persen Kawasan Kumuh Harus Tercapai 2020

Share This:

Program Pembangunan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dusun Banaran Sendangadi Mlati diresmikan Wakil Bupati Sleman Dra H Sri Muslimatun MKes, Minggu (11/02/2018). Peresmian ditandai pengguntingan pita, penandatangan prasasti serta pelepasan balon.

Hadir antara lain Kepala Desa Sendangadi Mlati Damanhuri, Sekcam Mlati, perangkat desa dan masyarakat Dusun Bakalan. Usai peresminan Sri Muslimatun meninjau hasil pembangunan dan dialog dengan masyarakat.

Sri Muslimatun menyampaikan program pembangunan Kotaku sebagai pengawalan langkah nyata tercapainya nol persen kawasan kumuh pada 2020.

Berdasarkan SK Bupati Sleman tentang Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan, ditetapkan 45 lokasi kawasan permukiman kumuh perkotaan di enam Kecamatan yakni Kecamatan Depok, Mlati,  Gamping,  Ngemplak, Ngaglik dan Godean.

Dari hasil pendataan, diperoleh prioritas penanganan kawasan kumuh hingga 2019 sebanyak 17 desa dan 45 titik dengan luasan 162,93 Ha.

Lokasi yang belum pernah menjadi prioritas dilakukan kegiatan pencegahan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi, pelatihan maupun penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat.

Pada 2017, Kabupaten Sleman mendapatkan Bantuan Dana Investasi Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Masyarakat (BDI PLBK) sebanyak 15 desa yang tersebar di beberapa Kecamatan.

Dana itu digunakan untuk Desa Sidoagung, Sidoarum, Sidomoyo, Banyuraden, Trihanggo, Nogotirto, Tirtoadi, Tlogoadi, Sendangadi, Sinduadi, Caturtunggal, Condongcatur, Wedomartani, Bimomartani dan Triharjo.

Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan pada 2017 luasan kawasan kumuh berkurang 68,25 Ha, tahun 2018 berkurang 35,5 Ha dan 2019 berkurang 58,63 Ha sehingga pada 2020 tercapai nol persen kawasan kumuh.

Sri Muslimatun berharap masyarakat senantiasa mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam upaya mewujudkan Kotaku serta mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan.

Dia juga berpesan, seluruh aparatur terkait dan masyarakat memanfaatkan, menjaga dan merawat berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun ini sesuai peruntukan.

Ketua Panitia Pembangunan Heru Sehono melaporkan, pembangunan Program Kotaku Dusun Banaran tahap pertama berupa jalan paving blok 1.085 m2, saluran drainase 300 meter, talud dan laling 35 meter dan ruang terbuka publik 80 m2.

Sedang tahap kedua berupa jembatan besi 9 meter, jalan paving blok 45 meter, ralungatau pagar 45 meter dan talud 45 meter.

(Sumber: www.koranbernas.id)