Category Archives: Business

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun Presentasi di Depan Pengusaha Jepang

Wabup Sleman Presentasikan Potensi Investasi ke Pengusaha Jepang

Share This:

Untuk menyiasati masalah kekurangan dana daerah, Pemerintah Kabupaten Sleman harus berpikir cerdas untuk mencari tambahan dana. Oleh karena itu, saat melakukan kunjungan kerja ke Osaka, Jepang, Wabup Sleman Sri Muslimatun membeberkan potensi wisata Sleman serta mengajukan proposal investasi.

Dikutip dari laman Apkasi.org, kegiatan yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) ini dihadiri oleh 24 pengusaha Jepang. Kebanyakan dari mereka menggeluti bidang properti, perjalanan wisata, ikan dan bunga hias, serta asosiasi bisnis terkait.

Dalam kesempatan ini, Sri mempromosikan potensi investasi pariwisata yang sedang dikembangkal oleh Pemkab Sleman. Beberapa potensi wisata tersebut di antaranya di bidang agrobisnis, agrowisata, agro-adventure dan wisata edukasi, serta pembibitan ikan dan bunga hias.

Sri menjelaskan potensi investasi di beberapa wilayahnya serta perkiraan biaya investasi dan sewa lahan di Sleman hingga 20 tahun. Untuk besaran sewa lahan yang ditawarkan berkisar antara Rp4 hingga Rp10 miliar dan tergantung jenis usaha, yang proses perizinannya difasilitasi penuh oleh BPMD.

Sementara itu, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah BPMD menjelaskan bahwa sejauh ini belasan pengusaha Jepang telah berinvestasi di Sleman, antara lain di bidang garmen, sarung tangan golf, diklat bahasa Jepang, biro travel, pembenihan buah dan sayur, serta perkebunan bunga krisan.

(Sumber: www.otonomi.co.id)

Jof Fair “Job Matching 2016” yang diselenggarakan oleh SMKN 2 Depok

Tingkatkan Serapan Kerja Lulusannya, SMK N 2 Depok Gelar Job Fair

Share This:

Sebanyak 48 perusahan bidang usaha dan industri hadir dalam acara job fair ‘Job Matching 2016’ yang diselenggarakan oleh SMK N 2 Depok. Jobfair yang digelar selama dua hari 26-27 Oktober 2016 di halaman sekolah SMK N 2 Depok, Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman menurut Kepala Sekolah Drs. Aragani Mizan bertujuan untuk mempertemukan para pencari kerja lulusan SMK dengan para penyedia lapangan kerja.

“Acara ini bertujuan untuk meningkatkan daya serap maupun peluang bagi lulusan SMK di dunia kerja”, jelas Aragani.

Antusiasme pencari kerja terlihat cukup tinggi, terpantau lebih dari 1000 alumni SMK menghadiri jobfair tersebut.  Argani berharap even tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya, mengingat kegiatan job fair untuk lulusan SMK termasuk “langka” di Yogyakarta. Selain perekrutan tenaga kerja, pada kegiatan ini juga direncanakan akan mengadakan berbagai acara yaitu Seminar dan Pameran Lowongan Kerja.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman yang hadir dalam pembukaan sekaligus membuka job fair tersebut menyampaikan bahwa berbagai kendala masih dihadapi oleh sebagian para pencari kerja di Sleman, baik kendala teknis kemampuan dan akses pemanfaatan teknologi informasi maupun jangkauan lokasi. ”Berkaitan dengan hal tersebut, saya mengharapkan melalui job fair ini, masyarakat khususnya para pencari kerja memiliki  kesempatan yang sama untuk mengakses informasi peluang kerja dari berbagai perusahaan, baik perusahaan di Sleman maupun diluar wilayah Sleman dan langsung mendaftar di bursa kerja ini juga”, jelas Muslimatun.

Pemerintah sangat menghargai dukungan pihak swasta, yang telah membuka peluang berkarya bagi masyarakat Sleman. Pemkab Sleman berkomitmen untuk terus memacu sektor swasta agar dapat lebih berkontribusi dalam upaya pengurangan pengangguran. Upaya membuka peluang kerja tersebut  tidak dapat dilakukan pemerintah secara langsung, tetapi memerlukan kerjasama dan kebersamaan seluruh perusahaan khususnya yang berada di wilayah Sleman. Namun demikian harus tetap sesuai dengan kebijakan Pemerintah kabupaten Sleman  bahwa perusahaan  yang berada di Sleman paling tidak harus menggunakan 70% tenaga kerja yang dibutuhkan berasal dari tenaga kerja lokal Kabupaten Sleman.

”Berkenaan dengan hal tersebut, saya berharap agar lulusan SMK tidak hanya mencari pekerjaan namun harus dapat menciptakan pekerjaan sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar berkontribusi dalam pengurangan pengangguran”, tambah Muslimatun.

(Sumber: http://www.slemankab.go.id/)

 

Foto Bersama setelah seminar berlangsung

Wabup Sleman: UMKM Tingkatkan Kualitas SDM Untuk Hadapi MEA

Share This:

Kualitas SDM merupakan faktor utama UMKM dalam berinovasi dan berkreasi dalam kemajuan pengembangan usaha. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam pembukaan Seminar UMKM  ’Meningkatkan Daya Saing UMKM Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2016′ yang diselenggarakan oleh Disperindagkop Kabupaten Sleman bersama Indomart, Nestle, dan SKH Harian Jogja di Aula Unit I Pemkab Sleman pada Rabu (21/9).

Menurut Muslimatun rendahnya penggunaan teknologi, sedikitnya jumlah produk yang tersertifikasi, serta rendahnya kesadaran akan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan minimnya jumlah paten menjadi faktor kelemahan SDM UMKM di Indonesia. Menurutnya perlu adanya peningkatan kapasitas SDM dibidang UMKM agar mampu meningkatkan kinerja dan daya saing UMKM dalam menghadapi MEA.

Muslimatun menjelaskan bahwa berdasarkan kajian Bank Indonesia tahun 2016 menunjukkan bahwa penguasaan teknologi dan inovasi UMKM Indonesia masih lebih rendah dari rata-rata negara ASEAN. Hal tersebut dapat ditinjau dari kepemilikan website dan pemanfaatan email pada usaha kecil di Indonesia hanya sebesar 4,2% dan yang memanfaatkan email hanya 9,4%. Sedangkan Filipina dan Vietnam kepemilikan website pada usaha kecil sudah diatas 20% dan pemanfaatan email diatas 40%. Hal tersebut berimbas pada kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor masih relatif rendah yang hanya menyumbang 15,7% dari total ekspor.

“ Dalam peningkatan kapasitas pelaku UMKM di Kabupaten Sleman sendiri  saat ini dilakukan berbagai pelatihan antara lain kewirausahaan, motivasi bisnis, serta manajeman usaha. Pemkab Sleman juga melakukan peningkatan keterampilan dan penggunaan teknologi tepat guna melalui bimtek produksi UKM dengan pengenalan teknik produksi dan alat tepat guna yang bisa diterapkan”, jelas Muslimatun

Lebih lanjut Muslimatun menambahkan bahwa saat ini di Sleman terdapat 16.230 unit usaha industri kecil dan ribuan UKM di sektor lain yang terus dibina dan didorong  untuk dapat meningkatakan daya saingnya di era MEA. “Kami juga memberikan pelatihan pemanfaatan teknologi Informasi. UKM dan UMKM juga difasilitasi web e-commerce sleman-mall.com sebagai sarana pemanfaatan teknologi informasi”, tambah Muslimatun.

Sementara itu Branch Manager Indomart area Yogyakarta Sanjaya Trio Purnomo menyampaikan bahwa kegiatan seminar yang dilaksanakan bekerjasama dengan Pemkab Sleman tersebut bertujuan untuk memfasilitasi dan transfer ilmu pelaku usaha mikro yang nantinya dapat diaplikasikan dalam pengembangan UMKMnya. “Kami berharap melalui seminar ini dapat mendorong pelaku usaha lokal dari tingkat mikro menjadi kecil yang kemudian menjadi menengah dan pada akhirnya bisa menjadi besar”, tutur Trio.

(Sumber: http://www.slemankab.go.id)