Category Archives: Berita

Lomba mewarnai

496 peserta Ikuti Lomba Mewarnai dan Cerita Wayang

Share This:

Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Lomba Mewarnai untuk siswa Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta Lomba Cerita Wayang untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Sleman yang dibuka oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, pada hari Rabu (12/4) di Museum Gunung Api Merapi (MGM). Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, bekerjasama dengan MGM dan Bank Sleman.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ayu Laksmidewi Triastika Putri mengungkapkan bahwa Lomba Cerita Wayang tersebut bertujuan bertujuan untuk membangun karakter para siswa melalui cerita wayang yang sarat akan nilai-nilai luhur. Selain itu, lomba tersebut juga bertujuan untuk melestarikan budaya jawa sebagai budaya daerah yang menopang kuatnya budaya nasional melalui literasi. Sedangkan Lomba Mewarnai dengan tema “Belajar Membaca” untuk PAUD, dan “Aku Suka Membaca” untuk TK, bertujuan untuk mensosialisaikan perpustakaan sesuai dengan tahap yang mereka pahami. Karena anak-akank lebih mudah memahami sesuatu melalui gambar, sehingga selanjutnya mampu meningkatkan minat baca. Kemudian Lomba Mewarnai tersebut juga sebagai sarana kreatifitas anak-anak TK dan PAUD dalam hal mewarnai.

Sementara itu, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa acara tersebut dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak dalam menunjukkan kemampuan dan kreatifitasnya, sehingga anak-anak dapat mengembangkan kemampuan dan bakatnya secara optimal. Disamping itu, keikutsertaan anak-anak dalam lomba ini mampu menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai budaya yang luhur serta menumbuhkan kegemaran membaca pada anak Usia Dini. Sri Muslimatun berharap kepada anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa, untuk mampu mencintai, menjaga dan melestarikan budaya daerah kita kita sendiri

Ada sebanyak 496 peserta yang mengikuti lomba tersebut, yaitu 146 siswa dari 49 SD/MI di kabupaten Sleman mengikuti Lomba Cerita Wayang, dan 350 TK/PAUD siswa yang mewakili 17 Kecamatan di Kabupaten Sleman mengikuti Lomba Mewarnai. Adapun yang menjadi Dewan Juri untuk Lomba Cerita Wayang diantaranya adalah CS Hasmoro (Redaksi Jaka Lodang) Parjaya, S.Sn (Budayawan), Suyami, M.Hum (Balai Pelestarian Nilai Budaya). Sedangkan Dewan Juri untuk Lomba Mewarnai yaitu Suharjito, SN (PPPPTK Seni Budaya), Tulus Widodo, Ssi (PPPPTK Seni Budaya), Gogor Bangsa, M.Sn (Dosen ISI). (Sumber: www.slemankab.com)

bupati dan wabup Sleman

Bupati dan Wabup Sleman Pantau UNBK SMK Hari Pertama

Share This:

Bupati dan Wakil Bupati Sleman melakukan pantauan hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman Senin (3/4). Pantauan tersebut dilakukan di 6 SMK yang di bagi menjadi dua rombongan yaitu rombongan pertama dipimpin oleh Bupati Sleman yang melakukan pantauan di SMKN 1 Sayegan, SMK Ma’arif 1 Sleman dan SMKN 2 Godean. Sedangkan rombongan kedua yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman melakukan pantauan di SMK Kesehatan Binatama, SMKN 1 Depok, dan SMKN 2 Depok.

Pelaksanaan UN untuk SMK di Kabupaten Sleman sendiri seluruhnya berbasis komputer. Dalam kesempatan tersebut, Sri Purnomo selaku bupati Sleman memantau secara langsung pelaksanaan UN beserta fasilitas pendukungnya seperti kelengkapan genset yang merupakan alat bantu ketika listrik padam saat UN tengah berlangsung dan komputer cadangan, mengingat pelaksanaan UN kali ini seluruhnya berbasis komputer. Menurut Sri Purnomo, setiap sekolahan harus mempersiapkan genset, untuk mengantisipasi gangguan yang sifatnya mendadak. Sri Purnomo menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman pun telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) untuk tidak mematikan listrik ketika ujian sedang berlangsung, kecuali dalam kondisi yang sangat darurat.

Senada dengan Bupati Sleman, Sukarja selaku Kepala Balai Dikmen Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Kabupaten Sleman menjelaskan bahwa kali ini SMK di Kabupaten Sleman telah 100% mengikuti UN Berbasis Komputer. Disamping itu, SMK di Kabupaten Sleman telah mampu mencukupi kebutuhan minimal komputer untuk tiap-tiap sekolahan, yaitu setidak-tidaknya 33% untuk setiap sekolahan.

Sementara itu wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengapresiasi persiapan yang dilakukan pihak sekolah dalam pelaksanaan UN tahun ini. Menurutnya dalam pelaksanaan UN hari pertama berjalan lancar tanpa kendala, bahkan ada beberapa sekolah yang memberikan makan dan susu sebelum pelaksanaan ujian. Ujian nasional tingkat SMK sendiri berlangsung dari tanggal 3 hingga 6 April 2017. (slemankab.go.id)

Wabup Sleman memimpin rapat Rapat Kab layak anak

Sleman Targetkan Kabupaten Layak Anak Kategori Nindya

Share This:

Sleman – Setelah pada 2015 Kabupaten Sleman memperoleh Predikat Kabupaten Layak Anak dengan kategori Madya, kini Sleman menargetkan kategori Nindya. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun dalam Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak di ruang rapat
Setda B Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (1/3).
“Kabupaten Sleman memiliki peluang besar untuk meraih Kabupaten Layak Anak kategori Nindya. Saya harap dengan kerja keras dan kerja cerdas seluruh elemen lintas sektor di Kabupaten Sleman, Sleman dapat memperoleh predikat tersebut”, kata Muslimatun.

Sementara itu Kepala BPPM DIY dr. R.A Arida Oetami, M.Kes yang hadir dalam rakor tersebut menyampaikan bahwa penilaian Kabupaten Layak Anak dimulai pada bulan Maret 2017 ini. Menurutnya penilaian KLA diawali pengiriman data secara online kemudian dilakukan verifikasi. Pada penilaian tahun sebelumnya dari lima Kabupaten/kota di DIY meraih 1 pratama, 3 madya, dan 1 belum berhasil mendapatkan predikat.

Arida menambahkan bahwa penilaian yang sebelumnya menggunakan 31 indikator kini di padatkan menjadi 25 indikator saja dengan indikator kuantitas, Menurutnya indikator penilaian terbanyak ada pada bidang kesehatan dengan 9 indikator. “Saya berharap pada KLA tahun ini DIY bisa meningkatkan predikatnya”, harap Arida.

Meskipun indikator penilaian lebih sedikit dibanding penilaian sebelumnya, Muslimatun berharap agar lebih didalami lagi apa yang harus dipenuhi untuk mencapai indikator tersebut serta menampilkan potensi pendukung KLA yang tidak dimiliki Kabupaten Kota lainnya di Indonesia untuk tercapainya KLA kategori Nindya.

(Sumber: www.slemankab.go.id)