Category Archives: Berita

HUT ke-40 YKI Selenggarakan Talk Show Kanker Serviks

Sri Muslimatun: Nol Persen Kawasan Kumuh Harus Tercapai 2020

Share This:

Program Pembangunan Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Dusun Banaran Sendangadi Mlati diresmikan Wakil Bupati Sleman Dra H Sri Muslimatun MKes, Minggu (11/02/2018). Peresmian ditandai pengguntingan pita, penandatangan prasasti serta pelepasan balon.

Hadir antara lain Kepala Desa Sendangadi Mlati Damanhuri, Sekcam Mlati, perangkat desa dan masyarakat Dusun Bakalan. Usai peresminan Sri Muslimatun meninjau hasil pembangunan dan dialog dengan masyarakat.

Sri Muslimatun menyampaikan program pembangunan Kotaku sebagai pengawalan langkah nyata tercapainya nol persen kawasan kumuh pada 2020.

Berdasarkan SK Bupati Sleman tentang Kawasan Permukiman Kumuh Perkotaan, ditetapkan 45 lokasi kawasan permukiman kumuh perkotaan di enam Kecamatan yakni Kecamatan Depok, Mlati,  Gamping,  Ngemplak, Ngaglik dan Godean.

Dari hasil pendataan, diperoleh prioritas penanganan kawasan kumuh hingga 2019 sebanyak 17 desa dan 45 titik dengan luasan 162,93 Ha.

Lokasi yang belum pernah menjadi prioritas dilakukan kegiatan pencegahan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti sosialisasi, pelatihan maupun penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat.

Pada 2017, Kabupaten Sleman mendapatkan Bantuan Dana Investasi Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Masyarakat (BDI PLBK) sebanyak 15 desa yang tersebar di beberapa Kecamatan.

Dana itu digunakan untuk Desa Sidoagung, Sidoarum, Sidomoyo, Banyuraden, Trihanggo, Nogotirto, Tirtoadi, Tlogoadi, Sendangadi, Sinduadi, Caturtunggal, Condongcatur, Wedomartani, Bimomartani dan Triharjo.

Pemerintah Kabupaten Sleman menargetkan pada 2017 luasan kawasan kumuh berkurang 68,25 Ha, tahun 2018 berkurang 35,5 Ha dan 2019 berkurang 58,63 Ha sehingga pada 2020 tercapai nol persen kawasan kumuh.

Sri Muslimatun berharap masyarakat senantiasa mendukung dan mensukseskan program pemerintah dalam upaya mewujudkan Kotaku serta mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan.

Dia juga berpesan, seluruh aparatur terkait dan masyarakat memanfaatkan, menjaga dan merawat berbagai sarana dan prasarana yang telah dibangun ini sesuai peruntukan.

Ketua Panitia Pembangunan Heru Sehono melaporkan, pembangunan Program Kotaku Dusun Banaran tahap pertama berupa jalan paving blok 1.085 m2, saluran drainase 300 meter, talud dan laling 35 meter dan ruang terbuka publik 80 m2.

Sedang tahap kedua berupa jembatan besi 9 meter, jalan paving blok 45 meter, ralungatau pagar 45 meter dan talud 45 meter.

(Sumber: www.koranbernas.id)

Wakil Bupati Sleman Mengukuhkan Desa Sentra Genteng

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun Mengukuhkan Desa Sentra Genteng

Share This:

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengukuhkan Sentra Industri Genteng di Desa Sidoagung, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, pada hari Rabu (30/8). Acara yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan daya saing industri genteng di kabupaten Sleman.

Sri Muslimatun pada acara tersebut menyampaikan bahwa pelaku usaha industri genteng harus mempunyai standar produksi. Menurutnya hal tersebut agar produksi genteng yang ada di Desa Sidoagung tersebut bisa bertahan dan berdaya saing. “Sekarang itu jamannya pasar bebas. Yang banyak dipilih pembeli itu ya yang murah meskipun kualitasnya kurang baik,” kata Sri Muslimatun.

Untuk itu, Sri muslimatun berharap supaya pengrajin genteng selalu menjaga mutu dan kualitas produk gentengnya mulai dari pemilihan bahan baku, proses pembuatan hingga penyimpanan. Kemudian dia juga mengharapkan ada strategi pemasaran yang baik untuk memasarkan produk genteng tersebut. “Ketika kualitas baik dan mungkin harganya cenderung lebih tinggi, maka harus dipasarkan dengan baik agar pembeli mau memilih produk kita,” jelas Sri Muslimatun.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Tri Endah Yitnani berharap dengan pengukuhan tersebut dapat menjadi solusi atas permasalahan-permasalahan yang ada di sentra industri genteng Desa Sidoagung. “Satu permasalahan yang dihadapi oleh satu pelaku usaha, bisa diterapkan atau diduplikasi oleh satu sentra. Jadi bisa diselesaikan bersama-sama,” tutur Tri.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman rencananya akan kembali melakukan pengukuhan terhadap empat sentra industri lainnya. Keempat sentra industri tersebut diantaranya Sentra Industri Batu Alam Sambirejo pada Senin (4/9) mendatang, Setra Industri Tahu Krapyak Mergoagung pada Selasa (5/9), Sentra Industri Mebel Bambu Getan Margoagung pada Rabu (6/9) dan Sentra Industri Industri Genteng Godean Margoluwih pada Kamis (7/9) nanti.

Sri Muslimatun memberikan secara simbolik

Bulan Dana PMI 2017 Lampaui Target, Capai Rp 856 Juta

Share This:

Pelaksanaan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman 2017 yang dilaksanakan mulai 1 Maret hingga 31 Mei dan kemudian diperpanjang sampai dengan tanggal 30 Juni 2017 lampaui target. Sarijan selaku Sekertaris pengumpulan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa dalam kegiatan tersebut terkumpul dana sebesar Rp 856.498.000,00. “Target awal pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp 750.000.000,-“, kata Sarijan dalam acara Penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman 2017 di Aula lantai 3 Kantor Setda Kabupaten Sleman.

 

Menurutnya, ada 11 sasaran dalam pengumpulan dana pada kegiatan ini yaitu pemohon perpanjangan STNK kendaraan bermotor, pemohon balik nama sertifikat tanah, pemohon perijinan, pemohon SIM, PNS dan karyawan swasta, anggota DPRD, perangkat desa, pemohon uji KIR, pengunjung tempat wisata, perbankan dan lembaga keuangan, serta masyarakat umum. Sedangkan tujuan dari kegiatan tersebut menurutnya adalah untuk mendukung pelayanan kepalangmerahan yang dilakukan oleh PMI Kabupaten Sleman dan memupuk jiwa kesetiakawanan masyarakat Sleman.

 

Sementara itu Wakil Bupati Sleman yang sekaligus menjadi Ketua Bulan Dana PMI Kabupaten Sleman tahun 2017 mengungkapkan rasa syukurnya karena dalam pengumpulan dana dapat melampaui target. “Capaian tersebut patut kita syukuri karena bisa melebihi target yang ditetapkan.Saya harap dana yang terkumpul tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan”, kata Muslimatun.

 

Muslimatun menambahkan bahwa dengan selesainya kegiatan bulan dana PMI tersebut, bukan berarti tugas dan kewajiban PMI Cabang Sleman selesai namun justru diperlukan kinerja yang maksimal dari PMI Cabang Sleman dalam menggunakan dana tersebut agar kepercayaan dan amanah yang diberikan masyarakat kepada PMI Kabupaten Sleman dapat dijaga. ”Saya mengucapkan terimakasih pada segenap jajaran PMI cabang Sleman. Pemanfaatan dari dana tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan penggunaan­nya kepada masyarakat. Hal ini merupakan salah satu tantangan bagi PMI cabang Sleman dalam kinerjanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan”, tambahnya.

 

Dalam penutupan tersebut secara simbolis Sekertaris PMI cabang Sleman menyerahkan dana yang terkumpul pada Wakil Bupati Sleman yang kemudian diserahkan pada Ketua PMI Cabang Sleman Sunartono.