IMG_20151202_142659_HDR

Kepercayaan Diri Kunci Sukses Kaum Disabilitas

Share This:

Setiap manusia tidak pernah lepas dari berbagai kesulitan. Hal ini juga dialami oleh para penyandang cacat fisik yang dalam hidupnya tidak pernah lepas dari kesulitan-kesulitan. Kondisi kelainan fisik yang dialaminya semenjak lahir ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari mereka, serta sangat berpengaruh terhadap penyesuaian dengan lingkungan dan kepribadiannya.

Pengaruh dari suatu kecacatan ini tergantung cara individu yang bersangkutan menerima/memandang dan menyesuaikan diri dengan keadaan tersebut. Individu yang tidak dapat menerima serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya dapat menjadi minder atau tidak percaya diri. Sebagian besar anak penyandang cacat tumbuh dengan pesan-pesan bahwa mereka tidak sebaik anak tanpa kecacatan, bahwa kelainannya membuat mereka “tidak okay”. Akibatnya, banyak penyandang cacat memasuki masa dewasa dengan merasa membutuhkan persetujuan dan validasi. Seorang konselor sebaiknya menyadari sikap negative masyarakat terhadap kecacatan dan dampak sikap negative tersebut pada rasa harga diri individu tersebut.

Kepercayaan diri sangat penting dimiliki oleh setiap individu, agar ia dapat beinteraksi secara baik, serta tidak memiliki rasa rendah diri terhadap orangorang di sekelilingnya, terutama bagi penyandang cacat fisik. Penyandang cacat fisik bawaan tidak/belum pernah merasakan kondisi fungsi fisik yang utuh, sehingga dapat berpengaruh terhadap kepribadiannya. Penyandang cacat fisik hidup di tengah-tengah masyarakat, sehingga akan dipengaruhi oleh beberapa perilaku orang lain, berbagai keinginan dan norma-norma yang ada dalam masyarakat. Kondisi ini dapat menyebabkan penyandang cacat fisik mempunyai motivasi untuk dapat hidup dengan orang normal, tetapi dapat juga mereka tersisih akibat adanya persaingan/kompetisi. Individu dapat merasa bahwa dirinya tidaklah sama dengan orang normal baik itu status maupun fungsinya. Penyandang cacat fisik bawaan yang memiliki kepercayaan diri akan mampu mengendalikan dan menjaga dirinya.

Kepercayaan diri akan berkembang melalui interaksi antara individu dengan lingkungan di sekitarnya. Kepercayaan diri yang di maksut meliputi adanya sikap yakin terhadap kemampuan dirinya, merasa aman, mandiri, bertanggung jawab, optimis serta tahu apa yang dibutuhkan. Oleh karena itu kepercayaan diri memegang peranan yang sangat penting bagi penyandang cacat, hal ini disebabakan kepercayaan diri dapat menentukan penyesuaian diri penyandang cacat tersebut dengan lingkungannya.

Kepercayaan diri baik langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sikap mental seseorang, gagasan, karsa, dan inisiatif. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya menunjuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut seseorang merasa memerlukan kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek yang sangat mendukung keberhasilan seseorang dalam berwirausaha. Sebab dengan adanya kepercayaan pada diri sendiri yang tertanam sejak semula pada seseorang dapat mengurangi rasa cemas, gelisah dan khawatir yang panjang serta perasaan frustrasi yang akan berpengaruh buruk pada suatu usaha yang sedang dirintisnya. Kepercayaan pada diri sendiri dapat digunakan untuk mengatasi perasaan negatif. Pada kehidupan sehari-hari banyak dijumpai seseorang yang memiliki kemampuan biasa-biasa saja ternyata dapat berprestasi, sedangkan orang yang berkemampuan tinggi justru mengalami kegagalan, dan faktor kepercayaan diri ini merupakan faktor pembeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>