Screenshot-120114-035118-PM

Tumbuhkan Kesadaran Dan Kewaspadaan Bahaya AIDS

Share This:

Di berbagai negara, seluruh elemen masyarakat memperingati Hari Aids Sedunia pada 1 Desember 2015. Momen ini dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit mematikan yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) atau syndrome penurunan kekebalan tubuh yang terjadi pada manusia, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus yang disebut HIV(Human Immunodeficiency Virus). Penyakit HIV/AIDS merujuk pada keadaan seseorang yang tidak lagi memiliki sistem kekebalan tubuh sehingga berbagai macam penyakit dapat menyerang dan sangat sulit untuk disembuhkan. Hampir semua penderita AIDS berakhir dengan kematian, karena hingga saat ini penyakit AIDS belum ada obatnya.

Penyebab penyakit HIV/AIDS adalah infeksi oleh virus HIV, yang menyerang system kekebalan tubuh sehingga sel-sel pertahanan tubuh makin lama makin banyak yang rusak. Penderita infeksi HIV menjadi sangat rentan terhadap semua bentuk infeksi. Pada tahap akhir, penderita tidak bisa tahan terhadap kuman-kuman yang secara normal bisa dilawannya dengan mudah. Infeksi HIV ditularkan melalui hubungan badan baik vagina, anus, dan kontak dengan darah penderita HIV, seperti lewat jarum suntik, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi HIV, menerima transfusi darah yang terinfeksi, serta transplantasi organ tubuh. Infeksi HIV/AIDS tidak bisa ditularkan lewat kontak sosial biasa seperti berjabat tangan dan berpelukan. Makanan atau alat-alat makan. Toilet dan kolam renang. Gigitan nyamuk atau serangga lain serta donor darah yang bebas virus HIV.

Maksud dari adanya hari AIDS sedunia ini sendiri untuk menjadi momentum yang tampak serta mengingatkan yang bukan hanya melemparkan slogan namun juga memberi info serta edukasi pada orang-orang dengan cara umum. Tidak sekedar hanya menyelenggarakan even-even yang beraroma perayaan, harapannya semua masyarakat mengetahui tentang apa itu aids dan bahanya. Dalam peringatan hari aids ini kita meyakini seorang yang terdiagnosis B20 tidak akan merayakan keadaannya. Jika situasi seperti itu terjadi, mengaharukan bahkan  tragis dan berlangsung situasi dramatis yang bertendensi selekasnya mati dari pada dimaksud ODHA.

Satu diantara misal yang sangatlah positif yaitu mengajak orang-orang berperan riil dalam menghadapi HIV AIDS. Untuk dapat menghadapi pasti dibutuhkan pengetahuan perihal HIV AIDS. Berikan umpan balik untuk menyusuri sejauh mana pengetahuan orang-orang perihal HIV, AIDS, ataupun ODHA seperti arena kontes menulis seperti ini pantas dapat acungan jempol. Sedikit banyak bakal didapat satu deskripsi perihal perspektif orang-orang dengan cara umum.

Feedback ini diinginkan menghadirkan faedah, satu diantaranya menyebabkan kesadaran perihal awareness, kewaspadaan pada HIV AIDS, bukanlah bermakna mewaspadai ODHA yang manifestasinya malah bikin perlakuan yang mengucilkan. Serta satu hal lagi, wujudkan kesadaran bahwa Satu Desember tidaklah peristiwa pas memberi perkataan “Selamat” pada peringatan Hari AIDS Sedunia. Silahkan ganti sendiri dengan kalimat lain yang lebih berguna. Atau bila tak dengan kata, kerjakan dengan perbuatan yang wujudkan andil meminimalisir persebaran HIV AIDS. Tak perlu menyuruh orang lain namun diawali dari diri sendiri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>