sawah

Indonesia Lumbung Pangan Dunia

Share This:

Indonesia adalah negara yang kaya. Kaya dengan tanah yang subur, lautan yang luas dan aneka ragam tumbuhan dan hewan hidup disini. Ya kita semua setuju. Itu yang paling tidak menjelaskan mengapa bangsa lain datang ke negeri kita lalu menjajah sampai begitu lama.

 

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Badan Litbang Kementerian Pertanian menyebutkan Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang memiliki keanekaragaman hayati dunia, termasuk 800 jenis tumbuhan pangan. Potensi jenis tumbuhan pangan tersebut terdiri dari 77  jenis tanaman sumber karbohidrat,  75  jenis tanaman sumber lemak/minyak,  26 jenis kacang-kacangan, 389 jenis buah-buahan, 228 jenis sayuran, 40 jenis bahan minuman dan 110 jenis tumbuhan rempah dan bumbu-bumbuan.

 

keadaan ini tentu saja patut disyukuri mengingat tidak semua negara memiliki kekayaan seperti negara kita dan juga hari ini kemerdekaan pengelolaan kekayaan alam sudah ada di tangan. Namun dengan apa kita mensyukurinya? Tentu saja dengan mengelolanya dengan baik sehingga mampu mampu mencukupi kebutuhan pangan seluruh warga indonesia dan juga menyumbang untuk dunia.

 

Pemerintah kita sudah melakukan itu dengan adanya kementerian- kementrian khusus yang mengurus, seperti kementerian pertanian dan kementerian kelautan dengan institusi- institusi dibawahnya yang mengurus. Petani dan nelayan kita begitu banyak mengurus setiap jengkal tanah subur dan kekayaan laut yang terbentang luas.

 

Namun begitu apakah negeri ini tanpa masalah di bidang pangan? Tentu saja tidak. Masih ada masalah-masalah yang muncul seperti kasus impor beras, daging sapi dan garam yang beberapa waktu lalu harus dilakukan untuk mencukupi stok pangan dalam negeri. Indonesia sebagai lumbung pangan sendiri belum sepenuhnya tercapai. Masih banyak yang perlu kita lakukan untuk mencapai itu.

 

Melihat dari masalah yang ada, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, diantaranya :

 

  1. Penguatan di sektor pertanian seperti penerapan teknologi pertanian dan tentu saja pemberdayaan untuk para petaninya.
  2. Pengendalian pasar supaya lebih terkontrol sehingga kasus-kasus kelangkaan bahan pangan tidak terjadi lagi.
  3. Penegakan hukum untuk pelaku kejahatan pangan seperti penimbun barang dan tengkulak yang seringkali mempermainkan harga.

 

Semoga Indonesia yang sudah seharusnya menjadi lumbung pangan dunia tidak berhenti diatas kertas. Beberapa kasus parah di daerah seperti kasus kurang gizi harus berhenti. Indonesia juga harus berkontribusi mengurangi angka kurang gizi yang ada di negara-negara lain, apalagi yang sedang dilanda konflik. Mari kita bekerja bersama untuk Indonesia yang Sembada. SalamSantun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>