peace-love-hearts

Semburat Perdamaian dari Indonesia untuk Dunia

Share This:

Damai. Semakin berat saja kita mengucapkan itu sekarang. Orang yang memperjuangkan perdamaian hari ini harus berhadapan dengan realitas konflik antar agama, konflik politik dan segala gelombang pertumpahan air mata dan darah. Upaya untuk menciptakan perdamian malah menciptakan perang. Sebagian besar timur tengah hari ini porak poranda justru karena konflik kepentingan pihak-pihak yang ingin menciptakan perdamaian, karena masing-masing pihak tidak bisa mempetemukan kepentingannya, maka konflik yang mengorbankan rakyatlah yang terjadi.

Lalu apakah jika kita berharap perdamaian terwujud adalah sebuah utopia yang kekanak-kanakan? Tidak adakah di satu titik belahan bumi yang bisa menjadi contoh perdamaian? Banyak juga Negara yang mampu mengelola perdamaiannya, salah satunya Indonesia. Negara dengan tingkat pluralitas suku, agama, dan kepentingan politik yang sangat beragam.

Indonesia hari ini memang bisa dilirik untuk sebuah percontohan Negara damai ditengah pluralitas warganya. Bila dilihat dari sisi demografi, 241 juta penduduk Indonesia yang tersebar di 17ribu pulau tentu saja bukanlah penduduk yang homogen. Namun ditengah kompleknya perbedaan ini, Indonesia tetap bisa merawat perdamaian. Memang terkadang muncul konflik horizontal, namun itu segera dapat terselesaikan dan tidak sampai berskala luas.

Lalu apa yang mengikat pluralitas itu? Nilai-nilai yang dianut masyarakat Indonesia yang mengikatnya. Toleransi, saling menghargai, gotong-royong, ramah kepada orang asing sudah lama dipraktekkan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Orang Indonesia tidak memusuhi tetangganya yang berbeda agama, orang Indonesia gotong royong membantu tetangga yang sedang membangun rumah, orang Indonesia selalu memberi senyum kepada setiap orang asing tanpa curiga. Orang Indonesia selalu menghindari konflik. Masalah yang ada sebisa mungkin diselesaikan dalam musyawarah yang menghasilkan keputusan yang tidak Begitulah wajah Indonesia. merugikan salah satu pihak. Bila tidak tercapai baru kemudian dibawa ke pengadilan.

Dunia hari ini perlu guru yang mengajarkan kemanusiaan. Kemanusiaan yang dengan tulus mau mencapai perdamaian. Semoga dunia mau belajar dari Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>