cara-mengatasi-mual-saat-hamil

Mual Muntah Pada Saat Kehamilan

Share This:

Mual muntah adalah keluhan yang sering dialami ibu hamil pada usia  kehamilan 3 bulan pertama. Perasaan mual dan muntah saat hamil muda sering terjadi pada pagi hari, tetapi anggapan ini keliru, karena wanita hamil dapat mengalami mual dan muntah kapan saja sepanjang hari. Mual muntah itu sendiri sebenarnya adalah bagian dari pertahanan tubuh ibu dan janin dalam melindungi sang janin dari pengaruh buruk makanan atau minuman yang tidak sehat. Tubuh memberi tanda makanan atau minuman mana yang dapat diterima agar tumbuh kembang janin menjadi sehat dan optimal.

Pada awal kehamilan janin hidup layaknya parasit. Ia memperoleh asupan dari cadangan lemak di tubuh ibu. Bila cadangan tersebut berkurang akibat mual-muntah yang berlebihan, maka asupan bagi janin pun akan berkurang sehingga bisa terjadi gangguan pertumbuhan. Untuk itu perlu diperhatiakan pola makan pada saat kehamilan. Asupan makanan yang benar pada saat kehamilan akan mengurangi terjadinya mual muntah. Misalkan, saat ini seorang Ibu hamil mengonsumsi multivitamin atau susu yang mengandung zat besi. Bila ya, hentikan dulu. Cukup makan makanan yang mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna dengan susu segar/fresh milk biasa. Dari penelitian terakhir ditemukan pada trimester pertama ternyata tidak diperlukan penambahan zat besi. Penambahan zat besi tidak bermanfaat, bahkan dapat memperparah keluhan mual muntah.

Perbanyak makan sayur dan buah-buahan segar, hindari makanan berlemak, goreng-gorengan atau junkfood. Jahe yang direbus, kemudian airnya diberi kelapa muda atau gula merah dapat mengurangi mual muntah. Umumnya mual muntah tersebut akan hilang pada kehamilan 4-5 bulan. Bila dengan cara alami tersebut tidak ada perbaikan, sebaiknya segera ke dokter kandungan untuk berkonsultasi.

Pastikan tubuh cukup menyediakan zat makanan dalam 5 bulan pertama bagi janin, jadi jangan terlalu khawatir. Selama masih bisa makan dan minum, pertumbuhan janin akan normal. Faktor-faktor yang dapat mengganggu tumbuh kembang janin, seperti zat kimia, pestisida, insektisida, atau zat polusi lainnya wajib dihindari karena zat tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada janin.

Hal penting lainnya, makanlah semua yang halal dan jangan lupa untuk selalu berdoa. Kemudian didiklah janin Ibu dengan segala hal yang baik dan peliharalah komunikasi yang baik dengan janin. Peran ayahnya juga harus aktif mengadakan komunikasi dengan janin. Komunikasi yang baik, makanan yang halal, dan berdoa selalu saya nasihatkan pada pasien saya. Alhamdulillah dapat meminimalkan kejadian autis dan kelainan pada ibu dan janin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>